MOROWALI – SIBERSULTRA.com

Puluhan calon tenaga kerja yang melamar sebagai pengemudi (driver) di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) melayangkan protes terhadap proses rekrutmen yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026).

Para pelamar mengaku kecewa karena tidak mendapatkan kesempatan mengikuti tes lapangan meski telah mengantre sejak pagi hingga sore hari.

Mereka menilai penyelenggara rekrutmen tidak siap menghadapi tingginya jumlah peserta yang hadir.

Keluhan muncul setelah puluhan pelamar yang telah memadati lokasi pengetesan sesuai jadwal, tidak kunjung dipanggil untuk menjalani uji kemudi.

Hingga waktu operasional tes berakhir, banyak peserta yang belum sempat mengikuti tahapan tersebut akibat keterbatasan armada kendaraan dan waktu pelaksanaan.

“Kami sudah datang dari pagi, bahkan ada yang dari luar daerah dan mengeluarkan biaya transportasi serta penginapan. Tapi sampai sore tidak dipanggil untuk tes lapangan dengan alasan waktu sudah habis. Ini sama saja kami dipermainkan,” ujar salah seorang pelamar dengan nada kecewa.

Para calon driver menilai manajemen antrean dan koordinasi pelaksanaan tes berjalan kurang maksimal.

”MTQ

Membludaknya jumlah peserta disebut tidak sebanding dengan jumlah kendaraan uji maupun instruktur yang tersedia, sehingga menyebabkan antrean panjang dan banyak peserta tidak terlayani.

Atas kondisi tersebut, para pelamar meminta pihak rekrutmen PT IMIP maupun vendor pelaksana memberikan kejelasan dan solusi. Mereka mengajukan sejumlah tuntutan, di antaranya:

Penjadwalan Ulang Tes Lapangan bagi peserta yang telah hadir dan mengantre namun belum mendapatkan kesempatan mengikuti uji kemudi.

Jaminan Tidak Gugur Secara Sepihak, mengingat kegagalan mengikuti tes bukan disebabkan oleh peserta, melainkan kendala teknis pelaksanaan.

Perbaikan Sistem Rekrutmen, termasuk penerapan sistem kuota harian atau pembagian sesi (kloter) agar proses seleksi lebih tertib dan tidak merugikan pelamar lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak manajemen maupun humas PT IMIP untuk memperoleh konfirmasi resmi terkait kendala yang terjadi di lokasi pengetesan serta langkah yang akan diambil untuk mengakomodasi para pelamar yang belum sempat mengikuti tes.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat PT IMIP merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia yang menjadi tujuan utama para pencari kerja.

Masyarakat berharap proses rekrutmen ke depan dapat dilaksanakan secara lebih profesional, transparan, dan menghargai waktu serta pengorbanan para pelamar yang datang dari berbagai daerah.

Laporan: Redaksi

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook