PETA Butur Masukan Aduan Tambahan Dugaan Korupsi Desa Malalanda
Buton Utara – sibersultra.com
Empat lembaga yang tergabung dalam PETA Buton Utara (Butur) melakukan unjuk rasa part dua terkait dugaan korupsi yang dilakukan oleh kepala desa (Kades) malalanda, Kecamatan Kulisusu, Senin (10/2/2025).
Ke empat lembaga tersebut diantaranya, DPW YL FHI Sultra, DPD Wasindo Butur, DPD Perisai Butur dan DPD Relawan Prabowo Butur.
Dalam aksinya, Mereka mendesak memberikan bukti dan tambahan bukti korupsi serta memasukan nama- nama saksi terkait nepotisme kades Malalanda.
Ketua Wasindo Butur, Ridwan Bonto membeberkan Persoalan korupsi ini, pihaknya percayakan kepada aparat penegak hukum atau APH.
“Korupsi merugikan negara dan merampas hak sosial masyarakat. Semoga secepatnya ada titik terang,” ujarnya
Selanjutnya, Ketua DPD Perisai Butur, Alwin Hidayat mengatakan bahwa kasus yang ada di desa Malalanda akan menjadi perhatian publik dan akan dikawal sampai tuntas.
“Berdasarkan data dan peraturan perundang undangan sudah jelas nyata ada praktek nepotisme dan korupsi,” ucap Alwin Hidayat.
Sementara itu, Wakil Ketua Relawan Prabowo Butur, Asdar mengungkapkan pada kasusnya ini menilai kepala desa tidak mau dikritik alias anti kritik maka tidak ada kata mundur dan menekankan ke Inspektorat agar jangan berlarut larut dalam pemeriksaan maupun pembentukan tim audit.
Dalam diskusi disaat penyerahan bukti berupa tanda tangan masyarakat sebagai saksi dan laporan tambahan korupsi, Kanit Tipikor Polres Butur mengatakan bahwa tahap kasus ini sudah dilakukan pemeriksaan dan sudah memanggil pihak DPMD Butur.
Dengan tegas Ketua DPW YL FHI Sultra, Mustafa sangat mendukung kinerja Polres Buton Utara dalam hal ini penanganan kasus korupsi yang kini sudah masuk dalam proses pemeriksaan.
“Kami 4 lembaga yang tergabung di Peta Butur akan tetap mengawal kasus ini sampai tuntas,” tutupnya.
Laporan: Redaksi.





Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook