Cara Berbuka Puasa 9 Arafah yang Baik dan Benar: Sunnah, Adab dan Nilai Spiritual
Sibersultra.com – Puasa Arafah yang dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.
Selain mengandung keutamaan besar seperti pengampunan dosa selama dua tahun, puasa ini juga menjadi momentum spiritual menjelang Iduladha.
Untuk menyempurnakan ibadah tersebut, berbuka puasa dengan cara yang baik dan sesuai sunnah menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Berikut adalah panduan cara berbuka puasa 9 Arafah yang baik dan benar menurut tuntunan Rasulullah SAW:
1. Segera Berbuka Setelah Waktu Maghrib
Salah satu sunnah dalam berbuka puasa adalah menyegerakan berbuka setelah terbenam matahari. Dalam hadits disebutkan:
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Berbuka dengan Kurma atau Air
Rasulullah SAW terbiasa berbuka dengan kurma basah (ruthab). Jika tidak ada, maka dengan kurma kering (tamr), dan jika tidak ada juga, maka cukup dengan air.
Contoh tata cara berbuka:
- Menyantap 3 butir kurma
- Minum air putih secukupnya
- Dilanjutkan dengan sholat Maghrib sebelum makan besar
3. Membaca Doa Berbuka Puasa
Doa yang dianjurkan sebelum menyantap hidangan berbuka adalah:
“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika-aftartu, birahmatika ya arhamar rahimin.”
(Artinya: Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang.)
Atau doa yang lebih pendek dan juga sahih:
“Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.”
(Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insyaa Allah.)
(HR. Abu Dawud)
4. Hindari Berbuka Secara Berlebihan
Meski berbuka adalah waktu yang ditunggu, hendaknya tidak berlebihan dalam makan dan minum. Berbuka secukupnya dan penuh kesadaran akan menjaga tubuh tetap ringan untuk melanjutkan ibadah malam, seperti sholat dan dzikir.
5. Isi Waktu Berbuka dengan Doa dan Dzikir
Waktu menjelang berbuka adalah waktu mustajab untuk berdoa. Manfaatkan momen ini untuk memohon ampunan, kebaikan hidup, serta keselamatan dunia dan akhirat.
Penutup:
Puasa Arafah bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana menyucikan hati dan memperkuat keimanan.
Dengan memperhatikan adab berbuka puasa yang baik dan benar, seorang muslim dapat meraih kesempurnaan pahala serta mendapatkan ketenangan jiwa yang hakiki.(*)




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook