Peringati HUT Butur ke-18, PSPB Butur Bakal Gelar Pameran Budaya di Kulisusu
BUTON UTARA – Sibersultrs.com
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Buton Utara ke-18 yang jatuh pada 2 Juli 2025, Pusat Studi Pelestarian Budaya (PSPB) Kabupaten Buton Utara (Butur) akan menggelar pameran budaya di Kecamatan Kulisusu.
Pameran ini akan menampilkan berbagai serpihan mozaik sejarah dan peninggalan masa lampau yang telah dihimpun oleh PSPB Butur.
Benda-benda yang akan diekspose meliputi dokumen-dokumen sejarah, peta-peta kuno yang menggambarkan toponimi wilayah Buton Utara, serta artefak-artefak bernilai historis lainnya.
Hal ini disampaikan oleh Penggiat Budaya PSPB Butur, Azmadin, saat ditemui oleh awak media di Sekretariat PSPB Butur, Jalan Mojimohalo, Kelurahan Wandaka, pada Rabu (11/06/2025).
Menurut Azmadin, kegiatan ini merupakan langkah awal dari skema besar pemajuan kebudayaan daerah.
“Kami ingin menggugah kesadaran masyarakat, khususnya mereka yang masih memiliki benda-benda bernilai sejarah Buton Utara, untuk melaporkannya agar bisa diinventarisasi dan diperkenalkan kepada generasi muda. Termasuk naskah-naskah lama yang selama ini kurang dipublikasikan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi langsung kepada publik mengenai sejarah dan budaya lokal.
“Kita tidak bisa menafikan bahwa pengetahuan generasi muda terhadap sejarah dan budaya Buton Utara mulai terkikis. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan jati diri kita di masa lalu,” tambahnya.
Di tengah arus globalisasi yang tak terbendung, kegiatan seperti ini dinilai sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai sejarah dan budaya, serta memperkuat identitas dan jati diri daerah.
Azmadin juga mengingatkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang memberikan ruang bagi siapa pun, baik individu, lembaga, maupun pemerintah, untuk berkontribusi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah.
“Melalui momentum ulang tahun Buton Utara ke-18 ini, kami ingin memberikan warna berbeda dalam perayaannya. Budaya dan sejarah kami pilih karena keduanya adalah bagian penting yang harus dilestarikan. Ini adalah awal dari pemajuan kebudayaan,” jelasnya.
PSPB Butur berharap kegiatan ini menjadi tonggak awal pemajuan kebudayaan di kalangan generasi muda. Untuk itu, mereka akan mengundang pelajar dari tingkat SD hingga SMA, mahasiswa, serta masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Kami juga mengajak seluruh pihak yang memiliki atau mengetahui keberadaan benda-benda bersejarah untuk turut serta memperkenalkannya kepada publik. Kami menyediakan tempat khusus untuk memajangnya di lokasi pameran,” kata Azmadin.
Untuk diketahui, Pameran budaya ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2025.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook