Puluhan Tahun Menanti Aspal, Kesabaran Warga Pongkowulu Habis: Jalan Provinsi Terancam Diblokade
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Selama puluhan tahun, masyarakat Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara (Butur), hidup berdampingan dengan debu saat musim kemarau dan kubangan lumpur saat musim hujan.
Jalan yang mereka lalui setiap hari untuk bekerja, mengangkut hasil kebun, mengantar anak ke sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan, tak kunjung mendapatkan sentuhan pembangunan yang mereka harapkan.
Kini, setelah sekitar 36 tahun menunggu, kesabaran warga tampaknya telah mencapai batas.
Kekecewaan yang selama ini dipendam perlahan berubah menjadi kemarahan kolektif.
Warga Desa Pongkowulu dikabarkan tengah mempersiapkan aksi pemblokiran ruas Jalan Provinsi Sulawesi Tenggara yang melintasi wilayah mereka sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang dinilai terus diabaikan pemerintah.
Rencana aksi tersebut bukan tanpa alasan. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu hingga saat ini belum pernah diaspal.
Kondisinya rusak di sejumlah titik dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama di kawasan tanjakan Pongkowulu yang dikenal rawan kecelakaan.
Bagi warga setempat, tanjakan tersebut bukan sekedar ruas jalan biasa. Lokasi itu telah berkali-kali menjadi saksi kecelakaan lalu lintas yang merugikan masyarakat.
Namun ironisnya, berbagai keluhan yang disampaikan selama bertahun-tahun dinilai belum mampu menghadirkan solusi nyata.
Informasi yang dihimpun SIBERSULTRA.com menyebutkan bahwa Aliansi Masyarakat Desa Pongkowulu saat ini sedang mematangkan rencana aksi. Sejumlah tokoh masyarakat mulai menggalang dukungan warga dan menyusun agenda pertemuan untuk menentukan waktu pelaksanaan pemblokiran jalan.
“Iya, saat ini mereka sementara membuat undangan untuk rapat bersama masyarakat terkait rencana pemblokiran jalan,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, rencana aksi tersebut lahir dari rasa kecewa yang sudah menumpuk selama puluhan tahun. Warga merasa pemerintah belum menunjukkan perhatian yang serius terhadap kondisi infrastruktur di desa mereka.
Masyarakat menilai tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk terus menunda pembangunan jalan tersebut. Sebagai jalur penghubung antarwilayah, ruas jalan di Pongkowulu memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, hingga distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
“Daerah lain sudah menikmati jalan yang layak, sementara kami masih berkutat dengan kondisi yang sama selama puluhan tahun. Sampai kapan harus menunggu?” ujar seorang warga lainnya.
Di tengah meningkatnya keresahan masyarakat, pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi. Kepala Desa Pongkowulu, La Oni, hingga berita ini diterbitkan belum berhasil dikonfirmasi.
Upaya menghubungi melalui sambungan WhatsApp tidak membuahkan hasil karena nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.
Jika rencana pemblokiran benar-benar dilaksanakan, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Pongkowulu.
Arus transportasi yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Buton Utara dan sekitarnya berpotensi terganggu.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah yang akan diambil pemerintah. Akankah keluhan yang telah disuarakan selama puluhan tahun akhirnya mendapat jawaban, atau justru memicu gelombang protes yang lebih besar dari masyarakat yang merasa hak dasarnya atas infrastruktur yang layak belum terpenuhi.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook