Kasus Dugaan Korupsi Irigasi Lambale Seolah Raib Ditelan Bumi, Kejati Sultra Dinilai Bungkam
BUTON UTARA – Sibersultra.com
Dugaan korupsi dalam proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Tahap III dan Tahap IV tahun anggaran 2021 dan tahun 2022, Kabupaten Buton Utara, nyaris tak bersuara.
Proyek bernilai puluhan miliar rupiah ini seolah hilang ditelan bumi, tanpa kejelasan penanganan hukum dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.
Meski telah berulang kali disorot publik, aktivis LSM, dan kalangan advokat, penanganan perkara ini terkesan mandek.
Hingga kini, Kejati Sultra belum memberikan satu pun pernyataan resmi soal kelanjutan proses hukumnya.
Warga setempat menyoroti kualitas proyek yang jauh dari layak. Pemasangan batu irigasi dilakukan asal-asalan tanpa semen, hanya disusun dan ditempel seadanya sebelum diplester.
Pondasi bahkan dikerjakan langsung di atas tanah, tanpa galian, padahal kontrak mensyaratkan kedalaman minimal 100 cm.
Tak hanya dari sisi teknis, bahan yang digunakan pun diduga tidak sesuai spesifikasi. Batu kapur dipakai menggantikan batu gunung yang seharusnya menjadi material utama konstruksi.
Hasilnya, belum genap setahun, saluran irigasi rusak parah dan tidak lagi berfungsi mengaliri lahan pertanian warga.
Salah satu ketua LSM di Sultra pernah melaporkan proyek tahap III dan IV tahun anggaran 2021–2022 ke Polda Sultra pada 9 Juli 2024.
Ia menyebut proyek ini cacat sejak perencanaan, dan mencurigai adanya pembiaran sistematis.
Lebih jauh, seorang advokat lokal juga melaporkan kasus ini ke Kejati Sultra sejak 9 Februari 2023.
Namun, laporan tersebut disebut hanya ‘mengendap’ selama lebih dari dua minggu tanpa tindak lanjut.
“Ini proyek untuk rakyat. Tapi yang terjadi, malah jadi monumen kegagalan dan pemborosan anggaran negara. Publik berhak tahu siapa yang bertanggung jawab,” tegas sang advokat.
“Malahan sampai saat ini masih mandek di kejati sultra,” kata Mawan kepada media ini, Sabtu (24/5/2025).
Kini, Kejati Sultra berada dalam sorotan tajam. Integritas dan komitmen mereka dalam memberantas korupsi dipertanyakan. Sampai kapan kasus ini dibiarkan menggantung tanpa titik terang?
Masyarakat Buton Utara pun menggantungkan harapan pada Kapolda Sultra yang baru. Mereka meminta agar penanganan kasus ini dibuka secara transparan dan diselesaikan dengan tuntas.
Laporan: Redaksi




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook