Diduga Ada Permainan Distribusi Minyak Tanah, Mobil Tangki Singgah di Rumah Warga
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Sebuah mobil tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah diduga melakukan aktivitas bongkar muatan atau “kencing” di salah satu rumah warga yang berada di Jalan Poros Mina-Minanga, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Kamis (4/6/2026).
Mobil tersebut diketahui bernomor polisi DT 8030 BN. Pada bagian kaca depan kendaraan juga terlihat tulisan PT Surya Kusuma Energi.
Dugaan aktivitas ilegal tersebut memicu sorotan masyarakat, terlebih di tengah kondisi kelangkaan minyak tanah yang masih dirasakan sebagian warga di Kecamatan Kulisusu.
Warga menilai praktik semacam itu berpotensi mengganggu distribusi BBM bersubsidi dan merugikan masyarakat yang membutuhkan.
Salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut, berinisial IN, mengaku melihat langsung kendaraan tersebut berhenti di salah satu rumah warga sekitar pukul 16.00 WITA.
“Kejadian ini sekitar hampir jam 04.00 sore tadi. Saya sempat lewat di samping mobil tersebut dan mencium aroma minyak tanah yang cukup kuat,” ujar IN kepada media ini, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, aparat penegak hukum dan instansi terkait perlu segera melakukan penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM minyak tanah.
“Kalau benar terjadi penimbunan atau penyalahgunaan distribusi, para pelaku dan pihak yang terlibat harus diberikan efek jera,” tegasnya.
Masyarakat berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut.
Termasuk menelusuri tujuan distribusi BBM dan pihak-pihak yang diduga menerima pasokan minyak tanah di luar mekanisme resmi.
Dengan begitu apabila terbukti terjadi pengalihan distribusi, penimbunan, atau penyalahgunaan BBM bersubsidi, maka pelaku dapat dijerat dengan ketentuan perundang-undangan hukum yang berlaku,
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Surya Kusuma terkait dugaan aktivitas tersebut.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang berimbang.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook