GMNI Unsultra Tantang Kadis Kominfo Sultra Turun ke Lapangan, Kritik Pernyataan Perbaikan Jalan Pongkowulu
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Ketua DPK GMNI Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Muhamad Al Amin, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulawesi Tenggara terkait rencana perbaikan ruas jalan rusak di Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara.
Menurut Al Amin, ruas jalan yang menjadi lokasi aksi pemblokiran warga merupakan jalan provinsi yang memiliki peran strategis karena menghubungkan Kabupaten Buton Utara dengan Kabupaten Buton.
Karena itu, ia menilai aksi yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk akumulasi kekecewaan terhadap pemerintah yang dinilai lamban menangani kerusakan jalan yang telah berlangsung cukup lama.
“Blokade jalan yang terjadi di Desa Pongkowulu adalah bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah. Jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Buton Utara dan Buton,” ujar Al Amin.
Ia menegaskan, masyarakat tidak turun ke jalan tanpa alasan. Menurutnya, kondisi infrastruktur yang rusak telah lama menjadi keluhan warga.
Namun hingga kini belum mendapat penanganan yang memadai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara maupun Pemerintah Kabupaten Buton Utara.
Al Amin juga mempertanyakan dasar pernyataan Kadis Kominfo Sultra yang menyebut perbaikan hanya akan dilakukan pada sekitar 150 meter ruas jalan.
Pasalnya, berdasarkan kondisi di lapangan, kerusakan jalan yang tergolong parah disebut mencapai kurang lebih 9 kilometer.
“Kami meminta dan menantang Kadis Kominfo Sultra, Andi Syahrir, menjelaskan atas dasar apa menyampaikan bahwa yang diperbaiki hanya 150 meter. Padahal kondisi jalan rusak parah mencapai sekitar 9 kilometer,” tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal persoalan tersebut, Al Amin secara terbuka mengundang Kadis Kominfo Sultra untuk datang langsung ke Kecamatan Kambowa guna melihat kondisi sebenarnya yang dihadapi masyarakat setiap hari.
“Kami membuka undangan khusus kepada Kadis Kominfo untuk hadir langsung di Kecamatan Kambowa melihat situasi dan kondisi yang ada. Jangan hanya berbicara lewat media,” katanya.
Lebih lanjut, Al Amin menilai pernyataan yang disampaikan Kadis Kominfo Sultra tidak menjawab substansi persoalan yang sedang diperjuangkan masyarakat.
Bahkan, ia menyebut pernyataan tersebut berpotensi memicu kekecewaan yang lebih besar di tengah warga.
“Kami tidak menerima pernyataan Kadis Kominfo. Ini menjadi pernyataan yang paling konyol. Entah ini hanya obat penenang bagi warga Kambowa atau justru pemancing amarah masyarakat yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa GMNI bersama masyarakat akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah konkret dari pemerintah terkait penanganan ruas jalan yang rusak.
“Kami tidak akan tinggal diam jika tidak ada kejelasan dan langkah konkret. Ini menyangkut kepentingan bersama masyarakat Kabupaten Buton Utara, khususnya Kecamatan Kambowa,” tutup Al Amin.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulawesi Tenggara, Andi Syahrir, belum memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan Ketua DPK GMNI Unsultra tersebut.
Media ini masih berupaya menghubungi yang bersangkutan guna memperoleh klarifikasi dan tanggapan terkait polemik rencana penanganan ruas jalan rusak di Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara.
Laporan: Redaksi.





Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook