Gubernur Maluku Murad Ismail Tinggalkan Legacy Buruk Terhadap Masyarakat
SIBERSULTRA.com, Maluku – Salah satu Pemuda Amalatu, Ismail M. Lussy menilai selama kepemimpinan Gubernur Maluku, Murad Ismail Orno meninggalkan legacy yang buruk terhadap masyarakat.
Diakhir jabatan orang nomor satu di bumi seribu pulau itu, meninggalkan berbagai persoalan yang hingga kini belum mampu diselesaikan.
Ada sekian banyak janji Murad Ismail selama menjadi Gubernur yang tidak ditepati. Salah satunya akan membangun Masjid kembar di tiga Desa yang ada di Kecamatan Amalatu.
Ismail mengatakan, kepimimpinan Murad Ismail telah selesai tepat pada 24 April 2024, banyak hal yang pernah dijanjikan kepada masyarakat, terutama kepada 3 Desa yang ada di Kecamatan Amalatu. Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Adapun ketiga desa yang dijanjikan tersebut diantaranya Desa Hualoy, Desa Latu dan Tomalehu,” ucap Ismail kepada media ini, Selasa (30/4) malam.
Lanjut, Ismail yang juga selaku Ketua DPW KBPUM Provinsi Maluku Periode 2022-2027 ini mengungkapkan, Janji Murad tentang pembangunan Masjid yang bermotif kembar untuk tiga negeri itu tak kunjung direalisasikan hingga masa kepemimpinan nya berakhir.
“Saat itu Murad Ismail berjanji dihadapan Para Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat lainnya,” ungkapnya.
Padahal, perlunya Murad Ismail ketahui, bahwa tiga negeri tersebut berkontribusi besar dengan menang telak terhadap Pemilihan Gubernur tahun 2018 silam yang mengantarkannya menjadi Gubernur.
“Jika kita Flashback, maka perlu Murad Ismail Ketahui. Bahwa Tiga Negeri tersebut berkontribusi besar terhadap Pilgub Tahun 2018 silam,” bebernya.
Amanah memiliki kaitan erat dengan sifat jujur dalam perkataan dan menempati janji. Apabila ketiganya dilanggar, maka seseorang tergolong sebagai orang munafik.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga, jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari, dan jika diberi amanah mengkhianat.” (HR Bukhari dan Muslim).
Diketahui, Janji Murad Ismail untuk membangun masjid kembar tersebut itu disampaikan pada acara Launching Gerakan yang di selenggarakan 11 September 2020 silam.
Saat itu, Gubernur Maluku Murtad berjanji akan membangun Masjid yang bermotif Kembar di ketiga Desa yaitu Hualoy, Latu dan Tomalehu akibat bentrok yang terjadi di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Bentrok terjadi pada Maret 2020 yang lalu.
Laporan: Redaksi.





Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook