SIBERSULTRA.com, Buton Utara – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton Utara (Butur), Muh. Hardhy Muslim, menanggapi pernyataan Juru Kampanye salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, yang diduga mengkritik kepemimpinannya.

Pasalnya, Dalam Orasi politik Juru Kampanye diketahui atas nama Abdul Manan tersebut yang dibagikan oleh akun Facebook Anoamo menyebutkan ada di negeri wakanda Sekdanya Jalan Sendiri Bupatinya jalan sendiri, Sehingga hal inilah yang menjadi kekeberatan sekda Butur.

Sekda Butur Hardhy Muslin menyatakan keberatan terhadap pernyataan tersebut dan mengingatkan bahwa kampanye seharusnya fokus pada program kerja, bukan menyerang pribadi.

“Saya selaku Sekda Buton Utara sangat keberatan dengan pernyataan Juru Kampanye tersebut dengan menyebutkan ada di negeri Wakanda Sekdanya jalan sendiri Bupatinya jalan sendiri, itu yang dimaksud adalah saya yang dilantik sebagai Sekda Butur pada tanggal 8 Agustus 2021,” ucap Sekda Butur Kepada Media Ini, Senin (7/10/24).

Hardhy menegaskan, bahwa selama menjabat, tidak ada tindakan yang merugikan daerah atau Bupati secara pribadi.

“Seingat saya selama 3 tahun lebih sekda belum pernah ada satupun perbuatan yang merugikan daerah apalagi merugikan Bupati secara pribadi ataupun jabatan,” terangnya.

“Mungkin hanya semangat saya tinggi mau mengenalkan dan memajukan daerah sehingga dianggap over oleh pimpinan Tapi itu hanya hanya miskomunikasi atau hubungan internal antara atasan dan bawahan, tidak perlu dibawa rana politik,” Sambungnya.

Lanjutnya, Ia menyayangkan bahwa seorang mantan aktivis seperti Abdul Manan kehabisan narasi positif untuk menjual program kandidatnya.

”MTQ

“Ini Justru akan membuat blunder semua yang telah dibuat tim pemenantnya di mata masyarakat butur,” terang Sekda.

Meskipun tidak akan mengambil langkah hukum, Hardhy mengingatkan pentingnya menyampaikan pernyataan berbasis data dan fakta.

“Saya tidak memberikan somasi atau apa saja kepada Abdul Manan dan Cakadanya, hanya mengingatkan hati hati dalam berorasi tanpa data dan fakta,” tegasnya

Ia juga menegaskan, komitmennya untuk tetap fokus pada tugasnya sebagai Sekda selama dua tahun ke depan, tanpa terpengaruh politik. Jika pernyataan serupa terulang, ia tidak ragu untuk melapor ke KPU dan Bawaslu.

“Saya tegaskan terkait pernyataan Jurkam tersebut tidak ada langkah hukum hanya mengingat saja, akan tetapi jika masih mengulangi lagi, saya akan laporkan ke KPU dan Bawaslu,” bebernya.

Terakhir, Hardhy mengaku selama menjabat sebagai Sekda sampai hari ini komunikasi dengan unsur pimpinan dan terman-teman DPRD baik-baik saja.

“Dalam setiap agenda di DPRD terutama pembahasan anggaran adalah hal yang lumrah jika ada perbedaan pendapat, itulah dinamikanya yang pada akhirnya bisa terselesaikan,” Tutupnya.

laporan: Redaksi

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook