BUTON UTARA – Sibersultra.com

Mahasiswa merupakan impian setiap pelajar yang telah melewati beberapa jenjang sekolah. Melalui impian tersebut selalunya terdapat beberapa problem baik internal keluarga maupun lingkungan.

Namun jika seorang pelajar telah masuk mengemban status sebagai mahasiswa hari ini sudah jarang yang menerapkan sebagaimana idealnya seorang mahasiswa itu sendiri

Hal itu disampaikan oleh Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kelurahan Lemo (IMKL) periode 2022-2023, Rafdan Lemo, melalui pers rilisnya yang diterima media ini, Rabu (27/8/2025).

Rafdan menyampaikan, kehadiran mahasiswa dalam kampus tentunya menjadi harapan bagi masyarakat, bangsa dan negara. Mahasiswa adalah harapan seluruh masyarakat yang di berikan tanggung jawab penuh untuk membantu dan menyambung aspirasi masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa bukan sekedar hadir untuk menggapai gelar sarjananya. Namun dalam prosesnya mengejar gelarnya hal progresif yang harus di lakukan untuk mencapai pada titik sebagaimana peran dan fungsi mahasiswa itu sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai mahasiswa bisa menjadi agen of control, agen of change, sosial control tentunya perlu upaya yang besar dalam menjalani proses dalam bermahasiswa.

“Melalui dunia kampus yang memfasilitasi mahasiswa membentuk wadah organisasi seperti eksternal dan internal, serta masih banyak ruang untuk berproses lainnya,” kayanya

”MTQ

Dengan begitu, IMKL hadir untuk menjadi suatu wadah pengembangan kader dan merubah mindset mahasiswa hari ini untuk mengembangkan dan mencari ilmu pengetahuan.

“IMKL adalah wadah yang berstatus panguyuban tingkat kelurahan yang ada di kabupaten Buton Utara, sampai hari ini masih konsisten untuk terus berinovasi, kreatif dalam melakukan perkaderan guna menciptakan generasi yang kritis dan bertanggung jawab,” jelasnya

Mantan ketua IMKL juga menyebutkan kehadiran mahasiswa baru IMKL adalah hal harapan dan dinantikan untuk melanjutkan estafet kepengurusan IMKL kedepan yang lebih baik.

“Kehadiran mahasiswa IMKL tentunya sangat penting, mengapa, karena sebuah organisasi ketika tidak mampu untuk menciptakan generasi maka organisasi pasti akan fakum sepenuhnya,” tegasnya.

Ia mengatakan setelah dirinya berdialog bersama mahasiswa baru mereka menyampaikan harapan ingin menjadi bagian dalam organisasi.

“Setelah saya berdialektika dengan mahasiswa baru mereka menyampaikan harapan dan keinginan jika menjadi bagian dari organisasi IMKL ini,” terangnya.

“Harapan mereka tidak terlepas dari motivasi, dorongan bisa mengetahui dinamika kampus dan organisasi, mereka juga katakan bahwa pengembangan keilmuan sangat di harapkan melalu wadah awal mereka untuk berproses dalam mencapai tujuan mereka sebagai mahasiswa,” tambahnya.

Mahasiswa prodi politik Universitas Halu Oleo (UHO) ini berpesan dan berharap mahasiswa baru dapat merajut kekeluargaan di IMKL.

“Untuk semua teman-teman dan adik-adik untuk terus merajut kekeluargaan secara kokoh, kita semua harus tau bahwa IMKL bukan hanya sekedar perkumpulan yang tidak bermakna, tetapi kita harus memakai wadah IMKL sebagai ruang pengembangan diri kita, pengembangan potensi kita untuk terus bia berinovasi dan membangun jejaring di luar,” harapnya.

Dia berpesan untuk semua pengurus IMKL bahwa menjadi kader yang sudah dibina oleh senior terdahulu, harus berpikir susah payah membangun wadah untuk dirasakan manfaatnya didalamnya.

“Jika sudah dikader, dibina, diajar oleh senior maka kita harus terus belajar untuk mengkader, membina dan mengajar generasi penerus Imkl,” pungkasnya.

Laporan: Arjun.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook