Kasat Reskrim Polres Butur Tegaskan Akan Lidik Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU Laangke
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Kasat Reskrim Polres Buton Utara (Butur), IPTU Muslimin, menegaskan pihaknya akan turun langsung melakukan pengecekan dan penyelidikan terkait dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di SPBU Laangke, Kecamatan Kulisusu.
Hal itu disampaikan IPTU Muslimin kepada sibersultra.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (2/9/2025).
“Kami cek dan lidik siapa-siapa pelakunya,” singkat IPTU Muslimin.
Ia menegaskan, kasus dugaan penyelewengan BBM subsidi ini akan menjadi perhatian serius Polres Butur.
“Insya Allah kami atensi, terkait informasi ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, IPTU Muslimin menyebut sudah menginstruksikan Unit Tipidter Polres Butur untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan lebih jauh.
“Kami sudah perintahkan anggota Unit Tipidter untuk penyelidikan di SPBU Laangke dan memantau kegiatannya di malam hari,” jelasnya.
Sebelumnya, diberitakan adanya dugaan penyelewengan BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Laangke. Tiga karyawan SPBU berinisial AN, IV, dan AT diduga terlibat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap pengiriman mobil tangki Pertamina berkapasitas 5.000 liter, hanya sekitar 3.000 liter yang dialokasikan untuk antrean masyarakat. Sementara 2.000 liter lainnya dialihkan ke jalur belakang SPBU.
BBM tersebut kemudian ditampung ke dalam 100 jerigen berkapasitas 20 liter. Aktivitas dilakukan pada malam hari sekitar pukul 22.00 WITA.
Setiap jerigen dijual seharga Rp235.000, sehingga pelaku meraup keuntungan Rp35.000 per jerigen. Dengan 100 jerigen per sekali bongkaran, keuntungan mencapai Rp3,5 juta. Jika dilakukan tiga kali seminggu, potensi keuntungan ilegal menembus Rp10 juta lebih per pekan.
Seorang warga sekitar membenarkan adanya aktivitas mencurigakan tersebut.
“Ia betul itu, sering mereka lakukan pembongkaran di malam hari. Biasanya di jam 10 malam,” ujarnya.
Praktik ini jelas merugikan masyarakat yang seharusnya mendapatkan hak penuh atas BBM subsidi, sekaligus merusak sistem distribusi Pertamina.
Hingga berita ini diterbitkan, salah satu karyawan SPBU Laangke, menolak memberikan keterangan lebih jauh dan menyarankan media menghubungi manajer SPBU bernama Odit. Namun, pihak manajer SPBU belum dapat dihubungi.
Laporan: Redaksi.






Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook