Kondisi Memprihatinkan, Halaman SDN 1 Langere Ancam Keselamatan Siswa
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Kondisi halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Langere, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur), kini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, halaman sekolah yang menggunakan papan kayu tersebut sudah mulai roboh di beberapa titik. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa saat beraktivitas di lingkungan sekolah.
Kepala SDN 1 Langere, Amzar, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut kerusakan tidak hanya terjadi pada papan halaman, tetapi juga pada beberapa tiang bangunan yang mulai rapuh.
“Kerusakan ini terjadi sejak awal tahun 2025. Hingga sekarang, kami hanya melakukan pemagaran di titik-titik yang roboh untuk mengantisipasi keselamatan siswa,” ungkap Amzar saat dihubungi SIBERSULTRA.com, Rabu malam (3/9/2025).
Menurutnya, saat jam sekolah guru masih bisa melakukan pengawasan. Namun, kekhawatiran terbesar justru di luar jam sekolah ketika anak-anak tetap bermain di lingkungan sekolah. Karena itu, ia menilai perhatian serius dari pemerintah daerah maupun desa sangat dibutuhkan.
Amzar menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Bahkan, usulan perbaikan halaman sekolah telah dimasukkan dalam rencana anggaran desa tahun ini. Selain itu, sekolah juga telah menyampaikan laporan kepada Dinas Pendidikan Buton Utara.
“Pengawas sudah turun langsung melihat kondisi halaman, tinggal menunggu tindak lanjut dari Dinas Pendidikan. Kami berharap segera ada solusi, karena ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah juga mengusulkan penataan halaman sekaligus pembangunan rumah jabatan guru. Menurut Amzar, hal itu penting karena sebagian besar guru di SDN 1 Langere berasal dari luar daerah dan belum berdomisili di Desa Langere.
“Program desa harus sejalan dengan program sekolah. Maka selain perbaikan halaman, kami juga mengusulkan rumah jabatan guru agar pelayanan pendidikan lebih optimal,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi.






Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook