Dari Murid Menjadi Pemimpin, Kisah Wa Ode Neni Asria di SDN 1 Langere
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Rabu pagi, 10 September 2025, suasana di SDN 1 Langere, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi tenggara (Sultra) terasa berbeda.
Di sekolah yang sederhana itu, para guru dan murid berkumpul untuk menyaksikan sebuah momen bersejarah, serah terima jabatan (Sertijab) kepala sekolah.
Dari tangan Amzar, sang kepala sekolah lama, tongkat estafet kepemimpinan resmi berpindah ke Wa Ode Neni Asria, perempuan asli Langere yang kini dipercaya memimpin sekolah tersebut.
Bagi Neni, momen itu bukan sekedar formalitas. Dengan mata berbinar ia mengungkapkan rasa syukur mendalam, sebab sekolah yang kini ia pimpin adalah tempat di mana dulu ia menimba ilmu saat masih kecil.
“Alhamdulillah, saya bahagia sekali. Ini sekolah saya dulu waktu masih SD, di kampung halaman saya sendiri,” ucapnya penuh haru setelah acara Sertijab usai.
Lebih dari itu, penunjukan Neni juga memecah sejarah panjang SDN 1 Langere. Selama puluhan tahun berdiri, sekolah ini selalu dipimpin orang dari luar daerah.
Baru kali ini, seorang putri asli Langere dipercaya duduk di kursi kepala sekolah.
“Ini pertama kali ada orang Langere asli, bahkan perempuan, yang menjadi kepala sekolah di sini. Semoga amanah ini bisa saya jalankan dengan baik,” ujarnya mantap.
Namun kebahagiaan itu tak membuat Neni lupa pada tanggung jawab besar yang kini ia emban. Dalam benaknya sudah tersusun program prioritas.
Salah satunya memperbaiki kondisi halaman sekolah yang saat ini rusak parah. Lantai kayu yang sudah ambruk jelas membahayakan guru maupun murid.
“Saya akan usahakan dulu bagaimana halaman sekolah diperbaiki. Dalam waktu dekat akan saya usulkan ke dinas terkait,” katanya.
Selain itu, Neni ingin menanamkan budaya disiplin dan kebersihan di lingkungan sekolah.
Baginya, suasana belajar yang nyaman hanya bisa terwujud jika sekolah tertata rapi dan bersih.
“Kalau sekolah indah dan bersih, maka proses belajar mengajar juga lebih menyenangkan,” tuturnya.
Harapannya sederhana namun sarat makna, menjadikan SDN 1 Langere sebagai sekolah pesisir yang membanggakan masyarakat.
“Semoga sekolah ini ke depan bisa lebih baik dan menjadi kebanggaan khususnya untuk desa Langere,” tambahnya.
Tak lupa, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Amzar, kepala sekolah sebelumnya, serta seluruh dewan guru yang telah menyambutnya dengan hangat.
“InsyaAllah, ke depan kita akan bekerjasama dengan baik demi kepentingan sekolah dan anak-anak kita,” pungkasnya.
Cerita baru dimulai di SDN 1 Langere. Dari seorang murid yang pernah duduk di bangku kecil sekolah pesisir, kini Wa Ode Neni Asria berdiri di depan kelas sebagai pemimpin.
Doa orang tua yang tak pernah putus, terutama doa ayah, menjadi bekal yang menguatkannya melangkah membawa harapan baru bagi pendidikan di kampung halamannya.
Laporan: Asman Ode.






Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook