Guru dan Siswa SMA Negeri 4 Sampolawa Turun ke Jalan Perbaiki Infrastruktur Rusak
BUTON SELATAN – SIBERSULTRA.com
Pagi itu, Minggu (14/9/2025), suasana di Desa Wawoangi, Kabupaten Buton Selatan (Busel), tampak berbeda dari biasanya.
Bukannya riuh oleh suara kendaraan yang melintas, jalanan justru ramai oleh aktivitas sekelompok anak muda berseragam olahraga.
Mereka bukan sedang berangkat sekolah, melainkan membawa sekop, ember, hingga arko.
Di samping mereka, para guru ikut bergabung, bahu-membahu menyiapkan pasir, batu kerikil, dan adonan semen.
Inilah pemandangan yang jarang terlihat, guru dan siswa SMA Negeri 4 Sampolawa bersama-sama turun ke jalan, memperbaiki infrastruktur yang sudah lama rusak dan berlubang.
Bagi mereka, jalan yang setiap hari dilalui masyarakat ini terlalu berbahaya jika terus dibiarkan.
Terlebih, sudah banyak pengendara motor yang terjatuh akibat jalanan yang tak kunjung diperbaiki.
“Ini memang inisiatif kami,” ungkap Kepala SMA Negeri 4 Sampolawa, Rosmadi Singka, di sela-sela kegiatan.
“Jalan ini sudah lama rusak dan sering membuat orang jatuh. Makanya kami, guru dan anak-anak, bersepakat untuk memperbaikinya,” sambungnya.
Dengan tenaga seadanya, mereka menambal lubang-lubang besar menggunakan campuran semen sederhana.
Debu, panas, dan keringat tak mengurangi semangat gotong royong yang terpancar dari wajah para siswa.
Ada rasa bangga, karena apa yang mereka lakukan bukan hanya membantu memperbaiki jalan, tetapi juga melindungi orang-orang yang melaluinya.
Rosmadi menegaskan, aksi mulia itu bukan semata perbaikan jalan, melainkan juga bagian dari pendidikan karakter.
“Kami ingin menanamkan tanggung jawab sosial dan kepedulian lingkungan kepada anak-anak. Lewat aksi nyata seperti ini, mereka belajar bahwa kepedulian kecil bisa memberi manfaat besar bagi banyak orang,” terangnya.
Apa yang dilakukan guru dan siswa SMA Negeri 4 Sampolawa hari ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian tidak selalu datang dari pemerintah atau pihak berwenang.
Kadang, dari sebuah sekolah sederhana di pelosok, lahirlah teladan besar tentang arti gotong royong, kepedulian, dan keberanian untuk mengambil langkah nyata demi kebaikan bersama.
Laporan: Salmudin H.






Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook