BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com

Lembaga Adat Barata Kulisusu bersama para tokoh dan pemerhati budaya Kulisusu menggelar musyawarah terkait persiapan pelaksanaan Haroano Lipu atau Haroano Tau, bertempat di Baruga Kulisusu.

Dalam musyawarah tersebut, peserta rapat menyepakati pembentukan Panitia Haroano Lipu.

Secara aklamasi, La Ode Herman Iskandar terpilih sebagai Ketua Panitia Haroano Lipu 2025. Ia juga diketahui menjabat sebagai Kaiptano Lipu di Sara Barata Kulisusu.

Dalam keterangannya, La Ode Herman menjelaskan bahwa Haroano Lipu memiliki dua makna utama bagi masyarakat adat Kulisusu.

Pertama, Haroano Lipu adalah bentuk syukuran seluruh masyarakat dalam wilayah Kerajaan Kulisusu.

Kedua, merupakan ritual tolak bala untuk memohon agar di tahun-tahun mendatang kita semua dijauhkan dari bencana, penyakit, dan berbagai musibah.

“Kita berharap diberi kesehatan, rezeki, dan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT,” ujar La Ode Herman, Selasa (14/10/2025).

”MTQ

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Haroano Lipu merupakan warisan leluhur yang wajib dilestarikan oleh setiap generasi. Kata dia, Ini sudah menjadi tradisi tahunan yang tidak bisa diabaikan.

“Justru sebelum pelaksanaan Haroano Lipu, kami berencana menggelar kegiatan budaya dan kesenian tradisional selama tujuh hari tujuh malam, agar bisa menjadi agenda wisata budaya Kulisusu ke depan,” tambahnya.

La Ode Herman juga mengungkapkan bahwa pagi tadi dirinya menghadiri rapat para Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Kulisusu, yang membahas persiapan teknis kegiatan Haroano Lipu yang dijadwalkan pada 6 November 2025.

Adapun susunan panitia mencakup berbagai unsur, mulai dari lembaga adat, birokrasi, Kepala sekolah sebagai pemerhati budaya, dan tokoh masyarakat.

Sementara itu, Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara ditetapkan sebagai Pelindung dan Penasihat, Lakino Kulisusu dan Ketua DPRD Buton Utara sebagai Pengarah, serta Ketua TP-PKK Buton Utara juga sebagai Pelindung dan Penasihat.

“Surat Keputusan (SK) Panitia Haroano Lipu direncanakan akan disebarkan dalam waktu satu hingga dua hari ke depan,” ucap Herman

Melalui kesempatan ini, Herman menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat Kulisusu agar turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan adat tersebut.

Tradisi tahunan Haroano Lipu adalah kewajiban kita bersama untuk melestarikan warisan leluhur.

“Kami berharap masyarakat di Buton Utara maupun warga Kulisusu yang berada di perantauan dapat hadir dan berpartisipasi pada 6 November nanti,” tuturnya.

Ia menambahkan, ke depan Haroano Lipu diharapkan menjadi ajang silaturahmi dan identitas budaya Kulisusu, sekaligus ikon wisata budaya Kabupaten Buton Utara.

Sebelum hari puncak, akan digelar berbagai kegiatan budaya dan kearifan lokal, termasuk olahraga tradisional dan penampilan kesenian daerah.

“Harapan kami, Haroano Lipu bisa masuk dalam kalender wisata budaya Buton Utara,” pungkas La Ode Herman.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook