BUTON UTARA — SIBERSULTRA.com

Ketua Panitia Haroano Lipu, Laode Herman Iskandar, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan adat tahun ini, yang juga dikenal dengan sebutan Haroano Tau.

Hal itu disampaikan oleh Herman Iskandar saat ditemui media ini di pelataran masjid Keraton Kulisusu, Kamis (7/10/2025).

Dalam keterangannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Buton Utara Afirudin Mathara, selaku Kaowoseno Lipu, dan Wakil Bupati Buton Utara Rahman.

Ia juga memgucapkan terimakasihnya kepada Sekretaris Daerah bersama seluruh OPD lingkup Sekretariat Daerah, instansi vertikal, perbankan, para pengusaha, serta lembaga pendidikan mulai dari tingkat SMA hingga TK/PAUD.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Camat Kulisusu beserta para Lurah dan Kepala Desa, organisasi pasar Kulisusu, komunitas pecinta seni budaya Buton Utara, Ketua TP PKK dan jajarannya.

Kemudian Kapolres Buton Utara beserta anggota, serta Dandim bersama jajarannya yang telah memberikan dukungan baik secara moral maupun materil demi suksesnya kegiatan adat tahunan tersebut.

“Haroano Lipu merupakan warisan leluhur pendiri Kulisusu yang wajib dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian nilai-nilai adat istiadat,” ujar Herman Iskandar yang juga menjabat sebagai Kapitano Lipu di Sara Barata Kulisusu.

”MTQ

Ia juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan di hati masyarakat.

“Kritik dan masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk pelaksanaan Haroano Lipu ke depan agar lebih baik lagi,” tambahnya.

Laode Herman berharap momentum Haroano Lipu dapat menjadi ajang silaturahmi bagi seluruh masyarakat Kulisusu di manapun berada sebagai wadah mempererat persaudaraan tanpa sekat politik dan kepentingan pribadi, semata-mata demi menjaga nilai budaya dan tradisi leluhur.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan Haroano Lipu ke depan akan dikembangkan dengan menampilkan beragam seni dan budaya tradisional Kulisusu.

“Seperti tari Lense, Aliando, layang-layang tradisional, mehule (gasing), mesandika, lomba perahu tradisional, kirab pakaian adat, dan kegiatan budaya lainnya,” katanya.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong wisata budaya yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Buton Utara.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook