Tanggul Malalanda Rusak Akibat Abrasi, PUPR Siapkan Langkah Penanganan
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buton Utara (Butur), telah melakukan peninjauan langsung terhadap kerusakan tanggul penahan ombak di kawasan taman Desa Malalanda, Kecamatan Kulisusu.
Kepala Dinas PUPR Buton Utara, Laode Husima, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil peninjauan awal, kerusakan tanggul diperkirakan mencapai kurang lebih 40 meter.
Kerusakan tersebut disebabkan oleh abrasi yang terjadi akibat hantaman ombak laut yang terus-menerus.
“Informasi awal, terjadi kerusakan sekitar 40 meter akibat abrasi yang disebabkan oleh ombak, sehingga merusak struktur pondasi talud,” ujarnya saat dikonfirmasi media ini, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan perhitungan terkait kebutuhan anggaran perbaikan sebagai langkah awal sebelum masuk ke tahap penanganan lebih lanjut.
“Kami sementara menghitung biaya perbaikannya untuk proses lebih lanjut,” tambahnya.
Selain itu, Dinas PUPR juga tengah berupaya mencari dukungan dari pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) guna mempercepat penanganan kerusakan tersebut.
“Kami coba ajukan dulu ke BWS, siapa tahu bisa dibantu,” jelasnya.
Tidak hanya itu, langkah cepat juga tengah disiapkan untuk penanganan sementara di lokasi terdampak.
Kadis PUPR menyebut akan segera mengerahkan tim teknis guna mengkaji tindakan darurat yang bisa dilakukan.
“Iya, sebentar saya panggil anggota yang turun di sana untuk melihat apa yang bisa dilakukan sementara,” ungkapnya.
Kerusakan tanggul ini menjadi perhatian serius mengingat fungsinya yang sangat penting dalam menahan abrasi serta melindungi kawasan pesisir dan fasilitas umum di sekitarnya.
Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kerusakan akan semakin meluas dan berdampak pada lingkungan serta aktivitas masyarakat.
Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret agar penanganan tanggul di Desa Malalanda bisa dilakukan secepat mungkin demi menjaga keselamatan dan kenyamanan warga.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook