BUTON UTARA – Sibersultra.com

Rasa kebersamaan dan kepedulian kembali ditunjukkan Alumni SMA Negeri 1 Kulisusu (Smansaku) Angkatan 2002. Sehari setelah musibah kebakaran yang menghanguskan rumah milik Wa Mou, warga Desa Laangke, Kecamatan Kulisusu, para alumni turun langsung menyerahkan bantuan, Jumat (17/7/2026).

Bantuan diserahkan langsung di lokasi kebakaran sebagai bentuk empati sekaligus dukungan moral agar keluarga korban tidak merasa sendiri menghadapi cobaan berat yang menimpa mereka.

Salah satu perwakilan Alumni Smansaku Angkatan 2002, Juni, mengatakan aksi sosial tersebut lahir dari rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, musibah kebakaran bukan hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga meninggalkan luka secara mental dan emosional bagi korban.

“Yang mendorong kami bergerak adalah rasa peduli. Kami ingin sedikit meringankan beban keluarga yang sedang tertimpa musibah. Mungkin bantuan ini tidak seberapa, tetapi kami berharap bisa memberi semangat agar mereka tetap kuat dan bangkit menjalani kehidupan,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga, di antaranya beras, telur, kompor, lemari plastik, peralatan memasak, peralatan makan.

Serta sejumlah kebutuhan lain yang diharapkan dapat membantu korban memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan tempat tinggal.

”MTQ

Juni menambahkan, kehadiran para alumni bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.

“Kami ingin mereka tahu bahwa masih banyak yang peduli. Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu memulihkan keadaan dan menjadi penyemangat untuk memulai kembali kehidupan mereka,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus menjadi komitmen Angkatan 2002 setiap kali ada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

“Selama kami mampu, kami akan terus hadir membantu warga yang mengalami musibah. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus kita jaga,” ungkapnya.

Melalui kesempatan itu, Ia turut mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama.

“Musibah bisa menimpa siapa saja. Karena itu, jangan ragu membantu sesuai kemampuan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan,” pesannya.

Ia juga berharap pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, maupun para dermawan dapat ikut bergandengan tangan membantu keluarga korban agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Sebelumnya diberitakan, satu unit rumah panggung milik Wa Mou, warga Desa Laangke, hangus terbakar pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.

Saat kejadian, pemilik rumah diketahui sedang berada di kebun di wilayah Mongkolisi untuk memanen padi.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar 30 menit sehingga kobaran api tidak sempat merembet ke rumah warga lainnya.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Polres Buton Utara bersama Tim Identifikasi Satreskrim menunjukkan dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik pada colokan yang berada di dekat tumpukan pakaian.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp70 juta.

Laporan: Redaksi