Perkelahian Pemuda Linsowu dan BBJ Berakhir Damai di Polsek Kulisusu
BUTON UTARA – Sibersultra.com
Perselisihan yang melibatkan sejumlah pemuda dari Desa Linsowu dan Desa Banu-Banua Jaya (BBJ), Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Penyelesaian tersebut berlangsung di Mapolsek Kulisusu, Senin (17/8/2026), setelah kedua kepala desa bersama sejumlah warga mendatangi Polsek Kulisusu untuk mengikuti proses mediasi yang dipimpin langsung Kapolsek Kulisusu, AKP Sotti.
Kapolsek Kulisusu membenarkan adanya mediasi tersebut. Ia mengatakan, persoalan itu bermula dari perkelahian antara pemuda Desa Linsowu dan pemuda Desa Banu-Banua Jaya pada Minggu (16/8/2026) sore.
“Benar, mereka datang untuk dimediasi terkait penyelesaian permasalahan di Desa BBJ kemarin sore. Anak Linsowu berkelahi dengan anak BBJ dan mereka mau diselesaikan dengan dihadiri dua kepala desa. Alhamdulillah, kedua belah pihak sepakat diselesaikan secara kekeluargaan,” kata AKP Sotti.
Berdasarkan keterangan yang diterima pihak kepolisian, peristiwa tersebut bermula ketika dua pemuda asal Desa Linsowu datang ke Desa Banu-Banua Jaya menggunakan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam.
Setibanya di wilayah BBJ, kedua pemuda tersebut diduga menggeber sepeda motornya hingga menimbulkan suara bising. Mereka kemudian menantang sejumlah pemuda setempat dengan mengatakan, “Siapa yang berani pukul saya di sini”.
Mendengar hal tersebut, beberapa pemuda Desa Banu-Banua Jaya kemudian mendatangi keduanya.
Namun, salah seorang warga BBJ berinisial FG berusaha menahan teman-temannya agar tidak melakukan pemukulan.
Situasi kemudian memanas setelah terjadi adu mulut. Menurut keterangan yang disampaikan kepada polisi, kedua pemuda asal Linsowu tersebut diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol.
“Berdasarkan keterangan FG, kejadian terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 Wita,” ungkap Kapolsek.
Beruntung, persoalan tersebut tidak berlanjut menjadi konflik yang lebih besar. Kedua pihak sepakat menyelesaikannya melalui jalur kekeluargaan dengan disaksikan masing-masing kepala desa.
Kapolsek Kulisusu berharap kesepakatan damai tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh pihak agar tidak kembali melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Ia juga mengimbau kedua kelompok pemuda untuk tetap menjaga hubungan baik dan tidak menyimpan dendam setelah persoalan tersebut diselesaikan.
“Tetap menjalin silaturahmi antara kedua belah pihak yang bertikai dan tidak ada dendam satu sama lain agar situasi kamtibmas di masyarakat tetap terjaga dengan baik,” harapnya.
Laporan: Redaksi.





