SIBERSULTRA.com, Muna Barat – Pemuda Muna Barat (Mubar) mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu “kotak kosong” yang tengah ramai diperbincangkan, baik di kalangan akademisi maupun di ruang publik.

Menurut Kahar, salah satu pemuda Mubar, demokrasi harus berjalan dengan baik dan kondusif agar nilai-nilai demokrasi terjaga.

Ia menyayangkan sikap sebagian akademisi yang membahas isu kotak kosong, yang menurutnya tidak perlu disuarakan, karena dapat membingungkan masyarakat dan merusak demokrasi.

“Saya secara Pribadi banyak melihat kalangan akademis menyuarakan Kotak Kosong padahal hal tersebut tidak mesti diucapkan karena mereka adalah akademisi yang seharusnya memberikan contoh dalam menyampaikan kalimat-kalimat yang Rasional,” ucap Kahar, Minggu (15/9/24).

Kahar menekankan pentingnya memberikan edukasi yang rasional dan masuk akal kepada masyarakat, bukan mempengaruhi mereka dengan opini yang tidak berdasar.

Ia berharap para akademisi dapat menyampaikan pandangan yang lebih rasional dan konstruktif, terutama dalam menjaga ketertiban demokrasi di Mubar.

Meskipun diketahui bahwa Pilkada Mubar hanya diikuti oleh satu calon yang telah ditetapkan oleh KPU, Kahar berharap isu kotak kosong tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Walaupun kita ketahui bahwa pilkada Mubar menghasilkan satu calon dan telah di tetapkan oleh KPU tetapi harapan kita akademisi jangan menimbulkan kegaduhan di masyarakat akibat kotak kosong,” terangnya.

”MTQ

“Kita butuh muna barat yang damai, maka dari itu marilah kita bersama-sama merawat pilkada Muna Barat yang Santun dan Berbudaya,” Ujarnya menambahkan.

Ia mengajak semua pihak untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan di Mubar, serta membangun daerah tersebut dengan pemikiran yang matang, bukan dengan sentimen yang dapat memecah belah masyarakat.

“Mari bersama-sama membangun Muna Barat dengan Pikiran Bukan dengan Sentimen yang pada akhirnya akan menimbulkan pecah bela tentu yang akan merasakan dampaknya bukan siapa-siapa tetapi masyarakat Muna barat sendiri,” tutupnya.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook