BEM Faperta Tantang Rektor Baru UHO Tuntaskan Krisis Kampus
KENDARI – Sibersultra.com
Menyambut pelantikan Rektor baru Universitas Halu Oleo (UHO), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (Faperta) akan menggelar Konsolidasi Akbar.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan proyeksi gerakan mahasiswa, sekaligus momentum menyampaikan berbagai persoalan krusial yang selama ini membelit kampus hijau tersebut.
Ketua BEM Faperta, La Ode Muhammad Yasirly, menyampaikan tantangan terbuka kepada Rektor baru agar tidak menutup mata terhadap kondisi nyata yang dihadapi mahasiswa.
“Saya secara tegas menantang Rektor baru untuk berani menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini menghambat mahasiswa. Jangan hanya menjadikan pergantian pucuk pimpinan sebagai seremoni belaka,” ujarnya, Kamis (26/6/2025).
Menurut Yasirly, UHO membutuhkan pemimpin yang tidak hanya piawai dalam retorika, tetapi juga mampu mengambil langkah konkret demi perbaikan tata kelola universitas.
“Kami tidak butuh janji manis. Rektor harus berani turun tangan menyelesaikan persoalan birokrasi yang semrawut, fasilitas kampus yang tidak memadai, transparansi anggaran yang lemah, hingga keberpihakan terhadap kepentingan mahasiswa,” tegasnya.
Dalam forum konsolidasi ini, BEM Faperta juga akan menyuarakan beberapa isu penting. Di antaranya adalah rendahnya transparansi dalam pengelolaan anggaran kelembagaan mahasiswa, yang menurut mereka menghambat pengembangan kreativitas dan kualitas organisasi internal kampus.
Selain itu, fasilitas akademik dan non-akademik yang dinilai tidak layak juga menjadi sorotan. Mahasiswa mengaku sering kali merasa kurang nyaman dalam menjalani proses perkuliahan.
Yasirly juga menyoroti adanya dugaan praktik diskriminatif dalam pelayanan kampus serta kinerja keamanan (security) yang dinilai tidak profesional.
“Kami juga mendesak evaluasi terhadap keberadaan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) yang kami nilai tidak memiliki legalitas hukum dan justru mencoreng nilai-nilai kemahasiswaan,” lanjutnya.
Ia berharap Rektor baru mampu membuka ruang dialog sehat dengan mahasiswa serta siap mendengar dan menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan.
“Krisis UHO bukan hanya soal infrastruktur dan anggaran, tetapi juga mentalitas kepemimpinan. Jika Rektor baru gagal membawa perubahan, maka mahasiswa akan tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal reformasi kampus,” pungkas Yasirly.
BEM Faperta juga menyerukan agar seluruh pimpinan lembaga di lingkungan UHO mengambil sikap tegas, mendorong pembenahan sistem akademik, transparansi keuangan, dan peningkatan fasilitas kampus ke depan.
Laporan: Arjun | Editor: AO




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook