Advokat Tanggapi Bantahan Kuasa Hukum Oknum Satpol PP Butur: Kami Bicara Berdasarkan Fakta
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Advokat La Ode Hermawan, memberikan tanggapan tegas terkait bantahan dari kuasa hukum salah satu oknum anggota Satpol PP Kabupaten Buton Utara (Butur) berinisial M, yang sebelumnya dituding melakukan penelantaran istri dan dugaan perselingkuhan.
Menurut Hermawan, pihaknya menyuarakan persoalan ini berdasarkan data dan fakta yang disampaikan langsung oleh istri oknum tersebut, Ascaliya, yang saat ini berdomisili di Kecamatan Kamaru, Kabupaten Buton.
“Bantahan merupakan hak setiap orang, termasuk oknum M. Namun kami selaku advokat bekerja berdasarkan data dan fakta dari klien kami, Ibu Ascaliya, yang mengaku telah ditelantarkan dan menerima perlakuan tidak layak dari suaminya,” ujar Hermawan, Sabtu (19/7/2025).
Ia menambahkan, kejanggalan mulai terasa saat pihaknya menerima pesan WhatsApp dari Ibu Ascaliya pada dini hari pukul 02.00 Wita. Dalam pesan tersebut, Ascaliya menyampaikan ketakutan yang mendalam.
“Ibu Ascaliya mengirimkan pesan yang membuat kami khawatir. Dia berkata, ‘Kita berdoa pak semoga jangan terjadi apa-apa, saya takut dibunuh.’ Ketika kami hubungi kembali hari ini, Sabtu 19 Juli 2025 sekitar pukul 11.15 Wita, beliau terdengar sangat ketakutan dan bahkan meminta maaf. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar,” jelas Harmawan.
Lebih lanjut, Mawan mengungkapkan bahwa informasi mengenai dugaan penelantaran dan perselingkuhan disampaikan langsung oleh Ascaliya.
Ia mengatakan bahwa selama ini sang suami hanya mengirimkan uang sebesar Rp300 ribu untuk anaknya setiap bulan, tanpa memberikan nafkah kepada istrinya.
Dugaan adanya pihak ketiga pun, lanjutnya, pernah diadukan oleh Ascaliya kepada Bupati Butur sebelumnya, Sekda, BKPSDM, dan Kasat Pol PP, yang merupakan atasan dari oknum M.
“Dari sudut pandang hukum, dugaan penelantaran dan perselingkuhan merupakan ranah penegak hukum. Terkait keberatan pihak kuasa hukum M soal pencemaran nama baik, kami siap menghadapi. Bahkan, jika terbukti ada keterangan palsu dari Ibu Ascaliya kepada kami, kami juga akan melaporkannya,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan mengimbau agar oknum anggota Satpol PP Butur tersebut melakukan introspeksi diri.
“Wilayah Butur ini kecil, informasi menyebar cepat. Jadi, sebaiknya setiap pejabat publik menjaga perilaku dan tidak bermain-main dengan integritas pribadi maupun jabatan,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook