BUTON SELATAN – SiberSultra.com

Program Indonesia Pintar (PIP) terus memberikan manfaat besar bagi sekolah dan siswa, khususnya dalam meningkatkan akses pendidikan serta menekan angka putus sekolah.

Melalui program ini, siswa dari keluarga kurang mampu dapat terbantu dalam memenuhi sebagian biaya personal pendidikan, seperti pembelian buku, seragam, alat tulis, transportasi, hingga uang saku.

Kepala SMP Negeri 1 Kadatua, Arni, menjelaskan bahwa setiap tahun pemerintah menyalurkan bantuan PIP dalam tiga termin.

Tahun 2025 ini, pencairan sudah memasuki tahap kedua yang dimulai sejak Mei dan berlanjut pada Agustus.

“Bantuan PIP diberikan dalam bentuk tunai, menyasar siswa dari keluarga miskin, rentan miskin, atau dengan kondisi khusus. Tujuannya untuk memastikan mereka bisa menyelesaikan pendidikan tanpa terkendala biaya,” ujarnya.

Meski demikian, Arni mengakui ada keterlambatan pencairan di sejumlah sekolah, termasuk SMPN 1 Kadatua.

Hal ini, menurutnya, disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pencairan yang dilakukan bertahap, proses sinkronisasi data, dana yang sudah masuk tetapi belum ditarik, hingga menunggu jadwal aktivasi atau pencairan kolektif.

”MTQ

“Kami berupaya agar hak siswa penerima PIP bisa segera dicairkan. Memang kemarin bertepatan dengan kesibukan perayaan 17 Agustus, sehingga ada sekitar 22 penerima yang datanya dimasukkan kembali dan belum cair sampai hari ini,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa PIP memiliki tujuan mulia, yaitu meningkatkan akses layanan pendidikan, mencegah anak putus sekolah, dan menarik kembali anak-anak yang sudah tidak melanjutkan sekolah.

“Bantuan ini adalah hak siswa, bukan milik sekolah. Kami berharap orang tua penerima PIP tetap bersabar, karena proses di bank penyalur juga membutuhkan verifikasi dan waktu,” tutup Arni.

Laporan: Salmudin.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook