Puluhan Guru di Buton Utara Keluhkan Gaji Sertifikasi 2025 Belum Cair, 22 Orang Belum Terima Sejak Triwulan III
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Sebanyak 38 guru di Kabupaten Buton Utara (Butur) yang merupakan mantan kepala sekolah (Kepsek) mengeluhkan belum diterimanya tunjangan sertifikasi Tahun Anggaran 2025.
Hingga saat ini, pencairan tunjangan tersebut dinilai belum merata. Bahkan sebagian guru mengaku belum menerima hak mereka sejak triwulan III tahun 2025.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 38 guru yang terdaftar, baru 16 orang yang telah menerima pembayaran tunjangan sertifikasi untuk triwulan III.
Sementara itu, 22 guru lainnya mengaku belum menerima pencairan sama sekali untuk periode tersebut.
Tidak hanya itu, untuk triwulan IV Tahun Anggaran 2025, para guru juga menyebut hingga kini belum ada pencairan yang mereka terima.
Salah satu guru yang enggan disebutkan namanya mengatakan kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan tenaga pendidik, karena tunjangan sertifikasi merupakan hak yang sangat mereka harapkan untuk menunjang kebutuhan hidup.
“Untuk triwulan III, dari total 38 guru hanya 16 orang yang sudah menerima. Sementara 22 orang lainnya belum mendapatkan sama sekali. Sedangkan triwulan IV sampai sekarang juga belum dicairkan,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, para guru sudah beberapa kali mencoba berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan. Namun hingga kini, mereka belum mendapatkan kepastian terkait waktu pencairan tunjangan tersebut.
“Kami sudah beberapa kali menghadap ke Dinas Pendidikan, tapi jawabannya selalu menunggu dari pusat,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini guru tidak lagi dilayani secara langsung di dinas untuk mengurus persoalan tersebut, kecuali melalui kepala sekolah yang sedang menjabat.
“Sekarang di dinas tidak melayani lagi guru untuk berurusan langsung. Katanya harus kepala sekolah yang datang baru dilayani,” jelasnya.
Sebelumnya, para guru juga telah diminta memastikan validitas data dengan mencari sekolah induk agar data mereka dapat diproses dalam sistem.
“Kami sudah diminta mencari sekolah induk supaya data kami valid. Setelah kami dapat sekolah dan datanya sudah valid, ternyata sampai sekarang juga belum cair,” ungkapnya.
Bahkan, kata dia, sempat ada pencairan untuk sebagian guru, namun jumlahnya belum mencakup seluruh guru yang berhak menerima.
“Memang kemarin ada yang dicairkan, tapi belum keseluruhan,” tambah seorang guru lainnya.
Para guru berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Utara, dapat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Harapan kami semoga persoalan ini cepat selesai dan ada solusi dari pemerintah. Dinas Pendidikan harus segera mengambil langkah agar semua hak guru tahun 2025 bisa segera dibayarkan,” ujarnya.
Menurut mereka, tunjangan tersebut sangat penting untuk menopang kebutuhan hidup para guru, terlebih saat ini sedang berada di bulan Ramadan.
“Karena hanya ini yang kami harapkan untuk membantu kebutuhan hidup, apalagi sekarang di bulan Ramadan,” tutupnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi di Dinas Pendidikan Buton Utara, Hanurul, mengaku belum dapat memberikan keterangan terkait hal tersebut. Ia menyebut akan terlebih dahulu meminta arahan dari pimpinan dinas.
“Sebagai bawahan yang baik, secara etika saya belum bisa memberikan keterangan sebelum ada petunjuk pimpinan. Sebaiknya setelah kami kembali dari sini, kami bertemu dulu dengan pimpinan,” singkatnya.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook