BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com

Pekerjaan preservasi Jalan Wamboule–Lanosangia Segmen I sepanjang 4,2 kilometer di Kabupaten Buton Utara resmi rampung 100 persen.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Wiratama Karya Nugraha (WKN) dengan nilai kontrak sebesar Rp22,845 miliar tersebut kini memasuki masa pemeliharaan.

Manajer Proyek PT WKN, Hafis, mengungkapkan bahwa seluruh pekerjaan fisik jalan telah selesai sejak 22 Mei 2026.

Saat ini pihak kontraktor hanya melaksanakan pekerjaan pemeliharaan rutin serta menindaklanjuti sejumlah catatan minor yang masih perlu disempurnakan selama masa pemeliharaan berlangsung.

“Pekerjaan jalan ini sudah rampung 100 persen pada 22 Mei 2026. Saat ini yang berjalan hanya pekerjaan pemeliharaan dan penyelesaian beberapa catatan kekurangan,” ujar Hafis, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, pelaksanaan pekerjaan mengacu pada perencanaan teknis yang telah ditetapkan, termasuk spesifikasi teknis dan Manual Desain Perkerasan Jalan Tahun 2025.

Dalam pengerjaannya, ruas jalan tersebut dibangun menggunakan konstruksi berlapis yang terdiri dari Lapis Pondasi Agregat Kelas B (LPB) setebal 15 sentimeter, Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA) setebal 20 sentimeter, serta lapisan aspal dengan ketebalan 6 sentimeter.

”MTQ

Hafis menjelaskan, ruas Jalan Wamboule–Lanosangia merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Buton Utara.

Karena itu, peningkatan kualitas jalan diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi warga.

“Ruas ini memiliki peran penting sebagai akses penghubung antarwilayah. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman, nyaman, dan efisien,” katanya.

Rampungnya proyek tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang warga, Abdurahman, mengaku merasakan langsung manfaat dari peningkatan jalan tersebut.

Ia menuturkan, sebelum dilakukan perbaikan, kondisi jalan sering kali menyulitkan pengguna, terutama saat musim hujan.

Jalan yang licin dan berlubang membuat kendaraan harus melaju dengan kecepatan rendah demi keselamatan.

“Dulu kalau hujan jalan licin dan berlubang sehingga kendaraan harus pelan-pelan. Sekarang perjalanan sudah lebih nyaman dan waktu tempuh juga lebih singkat,” ungkapnya.

Abdurahman berharap pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap pemeliharaan jalan agar kualitas infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang.

Menurutnya, keberadaan jalan yang baik memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka akses yang lebih luas menuju pusat-pusat ekonomi di wilayah Buton Utara.

“Harapan kami tentu jalan ini bisa terus dijaga kualitasnya. Infrastruktur yang baik sangat membantu masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi maupun kebutuhan transportasi sehari-hari,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook