Puluhan Warga Kambowa Tak Terima Bantuan Beras, Camat Desak Pendataan Ulang
BUTON UTARA – Sibersultra.com
Puluhan warga Kelurahan Kambowa, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara (Butur), mengeluhkan tidak menerima bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram dari pemerintah.
Sedikitnya 40 warga yang dinilai layak menerima bantuan di Kelurahan Kambowa disebut tidak mendapatkan bantuan tersebut.
Padahal, sebagian dari mereka mengaku pernah menerima bantuan serupa pada tahun sebelumnya.
Kondisi ini pun menuai pertanyaan dari warga, terutama karena sejumlah lansia telah datang ke lokasi penyaluran, namun harus kembali tanpa membawa bantuan.
Menanggapi hal itu, Sekretaris PEKAT IB Butur, Dirham, meminta pihak terkait lebih dahulu melakukan sosialisasi dan memastikan data penerima sebelum bantuan disalurkan.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar masyarakat mengetahui sejak awal apakah mereka masuk dalam daftar penerima bantuan atau tidak.
“Seharusnya sebelum penyaluran dilakukan sosialisasi atau pengecekan data dengan baik. Kasihan para lansia yang sudah datang ke lokasi penyaluran, tetapi ternyata tidak mendapatkan bantuan,” kata Dion kepada media ini, Senin (17/8/2026).
Dirham mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan terkait persoalan tersebut. Namun, pihak kelurahan disebut belum mengetahui secara pasti alasan puluhan warga tersebut tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi, khususnya bagi pemerintah kelurahan, agar ke depan informasi mengenai penyaluran bantuan dapat disampaikan lebih awal kepada masyarakat.
Sementara itu, Camat Kambowa, Amrin, membenarkan adanya pengurangan jumlah penerima bantuan sosial di wilayahnya.
Amrin mengatakan, sebelum penyaluran bantuan dilakukan, pihak kecamatan telah melakukan konfirmasi kepada pendamping bantuan sosial untuk mengetahui alasan berkurangnya jumlah penerima.
“Kami dari kecamatan sudah mempertanyakan kepada pendamping bansos terkait apa yang menjadi alasan sehingga terjadi pengurangan penerima bantuan di Kecamatan Kambowa,” ujar Amrin saat dikonfirmasi media ini.
Menurutnya, pihak kecamatan kemudian mendorong agar dilakukan pendataan ulang terhadap warga yang sebelumnya menerima bantuan, tetapi kali ini tidak lagi masuk dalam daftar penerima.
Amrin menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pendamping sosial, basis data penerima bantuan saat ini tidak lagi menggunakan data statistik seperti sebelumnya, melainkan menggunakan data baru yang dilakukan oleh pihak BKKBN.
“Kalau yang lalu berdasarkan data statistik, kalau sekarang data dari BKKBN menurut pendamping bansos. Sehingga karena itu banyak warga penerima bansos yang tidak keluar namanya,” jelasnya.
Ia menyebut, warga yang tidak muncul dalam daftar penerima bantuan terbaru di seluruh Kecamatan Kambowa jumlahnya hampir 200 kepala keluarga.
Amrin menegaskan, pihak kecamatan tidak pernah mengusulkan perubahan data penerima bantuan. Peran kecamatan, kata dia, lebih pada melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pendamping sosial.
“Setiap ada penyaluran bantuan, pihak kecamatan hanya sekedar pemberitahuan. Kami tidak pernah diberikan data secara lengkap mengenai siapa saja penerima bansos dan jumlahnya berapa,” katanya.
Karena itu, Amrin meminta pihak yang menangani pendataan bantuan sosial segera melakukan verifikasi dan pendataan ulang.
Warga yang dinilai masih layak menerima bantuan diharapkan dapat kembali diusulkan dalam daftar penerima.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera ditindaklanjuti karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah.
“Kami sampaikan kepada pendamping sosial agar segera melakukan pendataan ulang, sehingga warga yang tidak mendapatkan bantuan sosial ini bisa diusulkan kembali,” ujarnya.
Amrin juga meminta masyarakat yang belum menerima bantuan untuk tidak panik.
Ia memastikan pihak kecamatan akan terus berkoordinasi dan mendorong pihak terkait agar dilakukan pendataan kembali.
Ia berharap, warga yang benar-benar memenuhi kriteria penerima bantuan dapat kembali masuk dalam daftar penerima pada penyaluran berikutnya.
“Saya jujur tidak akan korbankan warga saya. Ketika mereka layak menerima bantuan, berarti harus mendapatkan bantuan. Itulah yang akan kami genjot kembali,” tegas Amrin.
Laporan: Redaksi





