Sibersultra.com – Buton Utara

Dinas Transmigrasi Buton Utara (Butur) telah menyelesaikan pelatihan menjahit bagi masyarakat yang berada di kawasan eks transmigrasi.

Kegiatan yang berlangsung selama 15 hari ini ditutup secara resmi oleh Ketua DPRD Butur, Hj. Hasrianti Ali, yang didampingi oleh Kepala Dinas Transmigrasi, Drs. Alimuddin. Acara penutupan dilaksanakan di Kantor Transmigrasi, Kecamatan Kulisusu, pada Senin (23/12/2024).

Penutupan pelatihan ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan 25 alat mesin jahit kepada setiap peserta pelatihan eks transmigrasi, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kemampuan yang telah mereka kembangkan selama pelatihan.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Butur, Hasrianti Ali, memberikan apresiasi kepada Dinas Transmigrasi atas penyelenggaraan pelatihan menjahit yang pertama kali dilakukan ini.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberdayakan masyarakat, khususnya warga eks transmigrasi, untuk mengembangkan keterampilan mereka dan meningkatkan UMKM serta pendapatan keluarga.

“Ini merupakan terobosan yang sangat baik, dan saya berharap kegiatan semacam ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Dengan keterampilan yang diperoleh, mereka bisa mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Hasrianti Ali.

Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi Butur, Drs. Alimuddin, juga menekankan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk membantu peserta menjadi lebih mandiri dalam bidang menjahit.

”MTQ

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perekonomian di kawasan transmigrasi.

“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan individu, tetapi juga dapat mendongkrak perekonomian lokal, dengan para peserta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat,” kata Alimuddin.

Salah satu peserta pelatihan, Nening Juniarti dari Desa Soloy Agung, mengungkapkan rasa terima kasihnya dan menyebut bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, karena dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.

Ia juga berharap pelatihan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung perkembangan ekonomi masyarakat.

“Saya sangat berharap kegiatan pelatihan ini tidak berhenti hanya satu kali saja. Pelatihan-pelatihan serupa sangat bermanfaat bagi kami,” tutup Nening.

Laporan: Redaksi

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook