Jeritan Malam di Jembatan Teluk Kendari, Pria Lompat Kekasih Histeris
KENDARI – Sibersultra.com
Senin malam, langit di atas Teluk Kendari terlihat mendung, seolah ikut meresapi duka yang baru saja pecah di atas jembatan ikonik itu.
Di tengah kerumunan warga yang mulai berkumpul, seorang wanita terbaring di pelataran jembatan.
Tubuhnya lemas, isaknya pecah, dan suara tangisnya menggema mengabarkan kepedihan yang mendalam.
Wanita itu, diduga adalah kekasih dari Erwin Guswanto biasa disapa agus, pria yang telah nekat melompat dari Jembatan Teluk Kendari (JTK).
Nama Agus, begitu ia kerap dipanggil, kini memenuhi bisik-bisik warga yang menyaksikan tragedi itu secara langsung maupun lewat video yang mulai menyebar.
Dalam rekaman yang diterima media sibersultra.com, terlihat jelas kepanikan warga yang mengelilingi sang wanita.
Beberapa mencoba menenangkannya, sebagian lagi mencoba menyemangati dengan kata-kata penghibur.
“Sabar, sabar. Cowoknya masih dicari,” ujar salah satu warga dalam video tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Seorang pria dilaporkan melompat ke laut dari atas jembatan, memicu aksi cepat dari Tim Pencarian dan Pertolongan, Senin (26/5/2025).
Sekitar pukul 19.10 Wita, seorang saksi mata melihat pria tersebut turun dari sepeda motor bernomor polisi DT 5085 RF.
Sambil menangis, ia berjalan ke tepi jembatan dan tanpa banyak kata, melompat ke perairan di bawahnya.
Tak lama berselang, laporan kejadian diterima oleh Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada pukul 19.40 Wita dari seorang warga bernama Mardin.
“Menanggapi laporan itu, Tim Rescue KPP Kendari langsung bergerak cepat,” ucap Kepala KPP Kendari, Amiruddin melalui pers rilisnya.
Amiruddin mengungkapkan, Pada pukul 19.55 Wita, tim berangkat menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 17 kilometer dari markas.
“Dengan cuaca yang berawan, pencarian pun dimulai dengan penuh kehati-hatian,” ungkapnya.
Operasi SAR, Kata dia, melibatkan berbagai unsur, mulai dari KPP Kendari, Polairud Polda Sultra, Lanal Kendari, KSOP, KP3, hingga Kantor Monitoring SHMS PUPR.
“Dukungan alat utama juga dikerahkan, termasuk perahu karet, Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan selam, Aquaeye untuk deteksi bawah air, serta peralatan medis,” tutupnya
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR bekerja tanpa lelah, berpacu dengan waktu dan arus laut, demi menemukan korban.
Laporan: Redaksi




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook