Gapura Benteng Lipu Kulisusu Rusak, Kades Wasalabose: Kami Tak Bisa Berbuat Banyak
BUTON UTARA – Sibersultra.com
Kepala Desa Wasalabose, Rahim, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Benteng Lipu Kulisusu, salah satu situs bersejarah di Kabupaten Buton Utara (Butur) yang kini mengalami kerusakan, khususnya pada bagian gapura utama.
Kepada Sibersultra.com, Kamis (3/7/2025), Rahim mengatakan bahwa pihaknya telah beberapa kali menyuarakan perlunya perbaikan benteng, termasuk saat kunjungan reses anggota DPRD Butur.
“Kami sudah sering sampaikan bahwa kondisi benteng harus segera diperbaiki. Tapi kami tak bisa menggunakan dana desa karena itu di luar kewenangan pemdes,” jelasnya.
Rahim menuturkan, kondisi atap gapura sudah rusak parah dan dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan struktur rangka dalam waktu dekat.
“Kalau hanya atap, sebenarnya biaya perbaikannya tidak terlalu besar. Tapi kalau dibiarkan, kerusakan bisa meluas,” tambahnya.
Namun, menurutnya, dari hasil reses DPRD terakhir, perbaikan belum bisa dilakukan karena adanya kebijakan efisiensi, refocusing, dan pemotongan anggaran daerah.
“Benteng ini salah satu ikon Butur. Maka kami harapkan instansi terkait bisa segera turun tangan, termasuk menangani kebersihan di dalam benteng seperti area makam-makam yang juga harus diperhatikan,” ujar Rahim.
Rahim juga mengungkapkan bahwa meski pemerintah desa rutin melakukan gotong royong bersama warga untuk membersihkan area benteng, namun hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab secara formal atas perawatan situs budaya tersebut.
“Kami belum tahu pasti siapa yang bertanggung jawab. Ada lembaga adat, dinas pariwisata, mungkin juga dinas lain. Tapi tidak ada kejelasan peran,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut bahwa meskipun ada petugas kebersihan yang digaji secara khusus, kinerjanya masih dianggap belum maksimal.
“Kalau memang itu tanggung jawab lembaga adat, mereka harus aktif atau setidaknya bekerja sama dengan pemdes. Tapi kalau pemdes yang bertanggung jawab, beri kami kewenangan dan anggaran yang sesuai,” tegasnya.
Rahim menambahkan bahwa pemerintah desa pernah mengusulkan perbaikan gapura kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Butur.
“Namun, permintaan tersebut tidak dapat diproses karena terbentur regulasi penggunaan dana desa,” terangnya
Menutup pernyataannya, Rahim mengajak seluruh elemen baik pemerintah daerah, instansi teknis, maupun lembaga adat untuk bekerja sama menjaga dan merawat Benteng Lipu Kulisusu sebagai warisan budaya yang tak ternilai.
“Kami harap ada solusi konkret dari pemerintah daerah. Benteng ini warisan budaya yang harus kita rawat bersama,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook