BUTON UTARA – Sibersultra.com

Pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara (Butur), terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian masyarakat.

Melalui program pembangunan jalan usaha tani dan pengadaan alat penyulingan nilam, desa ini berupaya mendorong produktivitas dan kemandirian ekonomi warganya.

Kepala Desa Bubu, Herman, menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat desanya menggantungkan hidup dari hasil pertanian, khususnya tanaman nilam.

“Sekitar 99 persen warga kami adalah petani nilam. Maka kehadiran jalan usaha tani ini sangat membantu memudahkan akses masyarakat menuju kebun,” ujar Herman kepada media ini, Sabtu (12/7/2025).

Jalan tani tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp247 juta dan membentang sepanjang 850 meter di Dusun II. Proyek ini diharapkan memperlancar aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen warga.

Selain itu, Pemdes Bubu juga menggagas program pengadaan alat penyulingan nilam yang bersumber dari anggaran Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek).

Inisiatif ini diawali dari pengajuan proposal oleh tim Posyantek, yang kemudian mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa.

”MTQ

“Saya melihat antusiasme warga dalam menanam nilam semakin tinggi. Karena itu, saya sepakat agar hasil panen tidak lagi dibawa jauh untuk disuling. Kehadiran alat penyulingan ini adalah langkah nyata mendekatkan nilai tambah hasil tani ke tangan petani itu sendiri,” jelasnya.

Program pengadaan penyulingan ini telah direncanakan sejak tahun lalu dengan alokasi anggaran Rp39 juta per tahun, sehingga total anggaran mencapai Rp78 juta. Kedua program tersebut jalan tani dan alat penyulingan ditargetkan tuntas tahun ini.

“Kami komitmen menuntaskan dua program fisik ini dalam tahun anggaran 2025. Ini bukan hanya proyek, tapi bentuk keberpihakan kami kepada masyarakat petani,” tegas Bambang.

Pemdes Bubu, Kecamatan Kambowa saat menyalurkan BLT tahap I kepada KPM.

Tak hanya fokus pada infrastruktur pertanian, Pemdes Bubu juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap pertama untuk periode Januari–April kepada 22 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total Rp1,2 juta per KPM.

“Penyaluran tahap kedua kita direncanakan berlangsung minggu depan,” pungkasnya.

Di akhir keterangannya, Bambang menyampaikan harapannya bahwa program-program ini dapat menjadi tonggak perubahan di desa.

“Kami ingin Desa Bubu bukan hanya jadi penghasil nilam, tapi juga menjadi desa yang berdaulat secara ekonomi. Jalan tani dan alat penyulingan ini adalah langkah awal. Jika kita rawat dan maksimalkan, nilam bukan hanya tumbuh di tanah, tapi juga menumbuhkan harapan di hati masyarakat,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook