Dugaan KKN Rehabilitasi SMA Negeri 3 Kulisusu, Aparat Hukum Diminta Turun Tangan
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) mencuat dalam pekerjaan rehabilitasi SMA Negeri 3 Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 ini menelan biaya sebesar Rp1.279.927.000 (Satu miliar dua ratus tujuh puluh sembilan juta sembilan ratus dua puluh tujuh ribu rupiah).
Berdasarkan unggahan akun Facebook bernama Sisi Gelap di grup “Butur Perubahan”, pada Selasa (23/9/2025), terdapat sejumlah indikasi penyimpangan pada pekerjaan yang tengah berlangsung.
Proyek rehabilitasi tersebut meliputi, Rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan sedang (6 ruang), Rehabilitasi ruang laboratorium IPA dengan tingkat kerusakan sedang (1 ruang) serta Rehabilitasi ruang perpustakaan dengan tingkat kerusakan sedang (1 ruang).
Namun, dalam pelaksanaannya, disebutkan terdapat dugaan ketidaksesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Beberapa poin yang disoroti antara lain, Kayu untuk rangka bangunan tidak diganti sebagaimana mestinya dalam RAB, melainkan hanya dicat ulang untuk terlihat seperti baru.
Kemudian, tidak ada papan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), obat-obatan K3, maupun penggunaan alat pelindung diri oleh para pekerja.
“Dan Kontraktor dan pekerja disebut memberikan jawaban tidak jelas terkait keberadaan kayu bekas pembongkaran serta Material yang ada di lapangan hanya berupa bekas kayu plafon, bukan rangka kayu sebagaimana seharusnya,” tulis Akun Sisi Gelap.
Melalui unggahannya, sebagai Masyarakat Ia mendesak Presiden RI untuk mengarahkan Menteri Pendidikan dan Mabes Polri menindaklanjuti dugaan KKN tersebut.
Selain itu, Gubernur Sultra juga diminta untuk memanggil Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kulisusu guna memberikan klarifikasi.
Lebih jauh, Aparat Penegak Hukum (APH) Polda Sultra diminta membentuk tim investigasi serta memanggil dan memeriksa pihak kontraktor, kepala sekolah, dan semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.
“Masyarakat berharap kasus ini menjadi atensi penting untuk segera ditindaklanjuti. Korupsi adalah musuh bersama,” tulisnya.
Hingga berita ini diturunkan pihak media ini belum bisa menghubungi pihak SMA Negeri 3 Kulisusu untuk dimintai keterangan resminya.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook