BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com

Sebuah unggahan dari akun Facebook bernama Denada Rental Butur menjadi perhatian publik setelah menyoroti dugaan adanya kebocoran pada bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Utara tipe C yang hingga kini belum diresmikan.

Dalam unggahan tersebut, akun itu mengaku memperoleh informasi dari sumber terpercaya yang bekerja sebagai tenaga di RSUD Butur.

Disebutkan bahwa bangunan rumah sakit yang baru dibangun itu diduga mengalami rembesan air saat hujan turun.

“Menurut informasi dari sumber terpercaya sebagai tenaga pekerja di RSUD Butur tipe C, saat ini rumah sakit tersebut yang baru dibangun dan belum diresmikan ada kegagalan konstruksi, di mana air hujan merembes dari atas sampai ke lantai dasar,” tulis akun tersebut, Minggu (10/5/2026).

Pemilik akun juga meminta pihak terkait untuk segera turun langsung melakukan pengecekan di lapangan guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

Unggahan itu kemudian menuai berbagai tanggapan dari warganet. Salah satunya datang dari akun Rayyan Alraif yang mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek apabila informasi tersebut benar terjadi.

“Kegagalan konstruksi?? Waduh… belum diresmikan sudah muncul dugaan atap bocor hingga air merembes sampai ke lantai dasar. Kalau informasi ini benar, pihak terkait wajib segera turun cek langsung ke lapangan. Jangan sampai bangunan rumah sakit yang baru dibangun justru sudah menimbulkan pertanyaan soal kualitas pekerjaan proyeknya,” tulisnya dalam kolom komentar.

”MTQ

Komentar lain juga disampaikan akun Herkules Kules. Ia menyoroti pentingnya fungsi pengawasan selama proses pembangunan berlangsung.

“Waduuu sy kira waktu dikerja ada pengawas lapangnya, pengawas konstruksinya. Yang ditunjuk sebagai pengawas itu harus lebih ahli daripada semua tukang yang bekerja di lokasi tersebut. Tugas pengawas yaitu mengontrol semua pekerjaan di bangunan tersebut. Bila ada salah satu pekerjaan tidak sesuai maka pengawas wajib menegur dan memberitahu pekerjaan yang benar, bukan hanya mau tampil sok bos,” tulisnya.

Sementara itu, akun Al Varo Sanjaya menilai istilah “kegagalan konstruksi” belum tepat digunakan sebelum adanya pengujian teknis secara menyeluruh terhadap bangunan.

“Itu namanya bukan gagal konstruksi tapi bocor atapnya. Kamu memvonis gagal konstruksi itu kecuali sudah melalui rangkaian uji beton baik struktur kolom, balok, dan pondasi terhadap beban, baru hasilnya tidak masuk spesifikasi. Tapi saya salut sudah di-up ke media supaya dibenahi oleh pihak penyedia. Cuma bahasanya tidak sesuai seperti ahli konstruksi,” tulisnya.

Ramainya perbincangan di media sosial tersebut memunculkan harapan masyarakat agar pemerintah daerah maupun pihak pelaksana proyek segera melakukan pengecekan dan memberikan penjelasan resmi terkait kondisi bangunan RSUD Butur tipe C tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait mengenai dugaan kebocoran pada bangunan rumah sakit tersebut.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook