Dinkes Buton Utara Gelar OJT Pengambilan Sampel DNA HPV untuk Tekan Kasus Kanker Serviks
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Utara melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menggelar kegiatan On the Job Training (OJT) Pengambilan Sampel DNA HPV, bertempat di Aula Puskesmas Kulisusu, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya kanker serviks, yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia.
Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Buton Utara, Isfar Alsakti, dan dihadiri oleh Kepala Puskesmas Kulisusu, Irmawati, serta Subkoordinator PTM, Muhammad Irwan.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah dr. Herliastuti dan Aisyah dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Selain menerima materi, para peserta juga mengikuti praktik langsung pengambilan sampel dan pemeriksaan DNA HPV kepada sasaran wanita usia subur, guna memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai keterampilan teknis sesuai standar.
Berdasarkan data WHO tahun 2023, setiap tahun terdapat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks di Indonesia, dengan sekitar 20.000 kematian.
Artinya, setiap jam dua perempuan Indonesia meninggal akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dan dideteksi dini.
Di Kabupaten Buton Utara sendiri, pada tahun 2024 telah dilakukan skrining IVA kepada 35 sasaran dan ditemukan 1 kasus positif IVA, sedangkan pada tahun 2025 tercatat 2 kasus kematian akibat kanker serviks.
Kanker serviks ini ibarat fenomena gunung es. Banyak pasien datang memeriksakan diri saat sudah dalam stadium lanjut.
“Karena itu, kita semua tidak boleh abai. Harapan kami, selain melakukan pemeriksaan, para tenaga kesehatan juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya skrining atau pemeriksaan kesehatan secara dini,” ujar Isfar Alsakti, Plt. Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Buton Utara.
Isfar juga menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam mendeteksi dini kanker serviks melalui pengambilan sampel DNA HPV yang akurat dan sesuai prosedur.
“Melalui kegiatan OJT ini, kami berharap para tenaga kesehatan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis yang memadai. Dengan begitu, pelaksanaan skrining di lapangan bisa berjalan dengan baik, berkualitas, dan menghasilkan data yang akurat untuk mendukung kebijakan serta perencanaan program PTM di daerah kita,” tambahnya.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, fasilitator, dan peserta atas dedikasi dan partisipasi aktif dalam kegiatan ini.
“Semoga kerja sama yang baik ini terus terjaga dalam rangka mewujudkan masyarakat Buton Utara yang sehat dan bebas dari penyakit tidak menular, khususnya kanker serviks,” tutup Isfar.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook