Fatriah Resmi Pimpin DPC PDI Perjuangan Buton Utara Periode 2025-2030
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan resmi menetapkan Fatriah sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buton Utara (Butur) untuk masa bakti 2025–2030.
Penetapan tersebut tertuang dalam SK DPP PDI Perjuangan Nomor 28.11/KPTS-KP/DPP/X/2025 tertanggal 30 Oktober 2025.
SK penetapan itu dibacakan oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tenggara (Sultra), Hasrat H. Nabi, dalam pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) bersama 16 DPC PDI Perjuangan se-Sultra yang digelar di Hotel Azizah Syariah Kendari, Senin (24/11/2025) malam.
Selain menetapkan Fatriah sebagai ketua, DPP PDI Perjuangan juga menunjuk Lissustini sebagai sekretaris dan Ahmad Afif Darvin sebagai bendahara DPC PDI Perjuangan Buton Utara.
Diketahui, Lissustini sebelumnya menjabat sebagai bendahara, sementara Ahmad Afif Darvin adalah Ketua DPC PDI Perjuangan Buton Utara pada periode sebelumnya.
Penetapan struktur kepengurusan baru ini telah melewati proses sesuai Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025.
Melalui mekanisme penjaringan di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC), dilanjutkan penyaringan hingga penetapan final oleh DPP.
Dalam penyampaiannya, Fatriah menegaskan komitmennya untuk membesarkan PDI Perjuangan di Lipu Tinadeakono Sara.
Wakil Ketua DPRD Buton Utara itu memastikan akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak menjelang pemilu mendatang, terutama pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.
“Saya akan bekerja keras membangun partai ini melalui kaderisasi, rekrutmen anggota, terutama anak muda. Kami akan menghidupkan struktur partai mulai dari anak ranting, ranting hingga PAC sebagai ujung tombak partai dalam mencapai tujuan kerakyatan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa meski PDI Perjuangan tidak sedang berada dalam lingkup kekuasaan di Buton Utara, partai tetap mengambil peran sebagai kekuatan penyeimbang.
“Kami ingin membangun sinergitas dengan pemerintah serta tokoh-tokoh masyarakat di Buton Utara. Posisi kami bukan oposisi, namun penyeimbang yang konstruktif,” tambahnya.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook