Respon Kilat Bupati Konsel Tuai Apresiasi, Jembatan Paramowila Segera Diusulkan Dibangun
KONAWE SELATAN – SIBERSULTRA.com
Respon cepat Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terhadap aspirasi para petani di Kecamatan Mowila mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Hanya sehari setelah surat permohonan peninjauan disampaikan, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si., langsung menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk turun melakukan survei lapangan terhadap kondisi Jembatan Paramowila yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Instruksi tersebut segera ditindaklanjuti dengan peninjauan langsung oleh tim teknis PUPR Kabupaten Konawe Selatan.
Jembatan Paramowila diketahui merupakan akses vital yang menghubungkan kawasan pertanian dan menjadi jalur utama mobilitas petani dalam mengangkut hasil panen.
Dalam peninjauan tersebut, tim teknis PUPR menyampaikan bahwa hasil survei lapangan akan menjadi dasar pertimbangan teknis sekaligus rekomendasi pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Kami akan memberikan pertimbangan teknis dan rekomendasi untuk pembangunan jembatan. Jika kondisi keuangan daerah memungkinkan, mudah-mudahan jembatan pertama dapat direalisasikan tahun ini, sedangkan jembatan kedua akan diusulkan pada anggaran tahun depan,” ujar tim teknis PUPR di sela-sela kegiatan survei.
Langkah cepat pemerintah daerah tersebut mendapat apresiasi dari Tokoh Pemuda Kecamatan Mowila, Jusmanto, SP.
Menurutnya, sikap responsif Bupati Konawe Selatan menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendengar dan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Bapak Bupati Irham Kalenggo yang langsung memerintahkan OPD teknis untuk turun melakukan survei lapangan. Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan benar-benar mendengar aspirasi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini sangat bergantung pada akses tersebut,” ungkap Jusmanto.
Meski demikian, ia berharap hasil survei tidak berhenti pada tahap peninjauan semata, melainkan segera ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang nyata.
Menurutnya, kondisi akses jalan dan jembatan yang rusak tidak boleh terus menjadi beban bagi petani yang selama ini berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional.
“Perbaikan Jembatan Paramowila harus menjadi prioritas. Infrastruktur ini menopang sekitar 200 hektare kawasan persawahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Gapoktan Harapan Baru, Sumani, berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan demi kelancaran aktivitas pertanian masyarakat.
“Petani membutuhkan kepastian dan tindakan nyata. Akses ini digunakan setiap hari untuk menunjang aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Ranombayasa, Japun, mengungkapkan bahwa masyarakat telah menunggu perhatian pemerintah terhadap kondisi jembatan tersebut selama kurang lebih sepuluh tahun.
“Sudah hampir satu dekade masyarakat menantikan perbaikan jembatan ini. Baru kali ini dilakukan peninjauan langsung oleh Dinas PUPR Kabupaten Konawe Selatan. Kami berharap ini menjadi awal yang baik menuju perbaikan yang selama ini dinantikan masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat dan petani Kecamatan Mowila kini berharap hasil survei lapangan segera ditindaklanjuti melalui pengalokasian anggaran dan pelaksanaan pembangunan.
Pasalnya, Jembatan Paramowila merupakan infrastruktur strategis yang tidak hanya menunjang mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi urat nadi aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen.
Perbaikan Jembatan Paramowila dinilai bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi bagi keberlangsungan ekonomi petani, peningkatan produktivitas pertanian, serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Konawe Selatan.
Laporan: Redaksi.





Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook