Usai Jadi Sorotan, Papan Proyek Pokmas Lakambau Akhirnya Muncul, Publik Minta Inspektorat Turun Tangan
BUTON SELATAN – Sibersultra.com
Sorotan terhadap proyek fisik yang dikelola Kelompok Masyarakat (Pokmas) Lakambau di Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, perlahan mulai membuka babak baru.
Setelah sebelumnya ramai diberitakan karena proyek berjalan tanpa papan informasi, kini papan proyek akhirnya berdiri di lokasi, Senin (13/7/2026).
Kemunculannya langsung memancing beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak yang menilai papan itu baru dipasang setelah proyek menjadi perhatian publik.
Sejak awal, proyek tersebut menuai kritik karena dinilai tidak terbuka kepada masyarakat.
Padahal, papan proyek menjadi salah satu informasi penting yang memuat jenis pekerjaan, sumber anggaran, nilai kegiatan hingga waktu pelaksanaan agar bisa diketahui warga.
Karena itu, muncul pertanyaan di tengah masyarakat, mengapa papan proyek baru dipasang setelah persoalan ini ramai dibicarakan.
Sorotan kemudian mengarah ke Pemerintah Kelurahan Lakambau. Saat dikonfirmasi wartawan Sibersultra.com, Lurah Lakambau menyampaikan bahwa papan proyek sebenarnya sudah ada saat dirinya melakukan peninjauan.
“Beberapa hari yang lalu saya tinjau ada,” singkatnya.
Namun ketika ditanya kapan tepatnya peninjauan itu dilakukan, jawaban yang keluar justru membuat suasana berubah.
“Kapan bapak tinjau?” tanya Lurah balik kepada wartawan.
Jawaban tersebut memunculkan tanda tanya baru. Sebab, sebelum pemberitaan ini mencuat, kondisi di lapangan disebut tidak ditemukan papan proyek sebagaimana yang menjadi sorotan masyarakat.
Percakapan pun berlanjut. Lurah menegaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab Pokmas sebagai pelaksana kegiatan.
“Bapak tinjau diketahui yang bertanggung jawab di situ? Pihak Pokmas,” katanya.
Tak berhenti di situ, Lurah juga menyarankan agar wartawan melihat proyek-proyek di wilayah lain.
“Bapak tinjau juga lokasi di luar Kelurahan Lakambau,” pintahnya
Sementara itu, Ketua Pokmas Lakambau, Juliman, sebelumnya juga sempat dimintai keterangan. Namun saat dikonfirmasi mengenai proyek tersebut, ia memilih tidak memberikan tanggapan.
Rangkaian kejadian mulai dari tidak adanya papan proyek di awal pekerjaan, minimnya penjelasan dari pihak pelaksana, hingga papan proyek yang baru muncul setelah menjadi sorotan, membuat publik berharap persoalan ini tidak berhenti hanya karena papan informasi kini sudah terpasang.
Sejumlah warga meminta Inspektorat Kabupaten Buton Selatan tetap melakukan pemeriksaan terhadap administrasi maupun pelaksanaan proyek untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Mereka juga berharap aparat penegak hukum ikut mengawasi apabila nantinya ditemukan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.
Bagi masyarakat, munculnya papan proyek memang menjadi langkah positif. Namun, mereka menilai keterbukaan seharusnya dilakukan sejak awal pekerjaan dimulai, bukan setelah proyek menjadi sorotan publik.
Laporan: Salmudin H.






