Masyarakat Bisa Berkontribusi, Lembaga Adat Siapkan Proposal Revitalisasi Gapura Benteng Lipu Kulisusu
BUTON UTARA – Sibersultra.com
Lembaga Adat Barata Kulisusu membuka peluang partisipasi masyarakat untuk turut serta dalam upaya pelestarian cagar budaya, khususnya dalam perbaikan gapura Benteng Lipu Kulisusu yang saat ini mengalami kerusakan.
Hal ini disampaikan oleh Kapitano Lipu, La Ode Herman Iskandar, mewakili Lakina Kulisusu La Ode Asarir Mbai, kepada sibersultra.com, Kamis (3/7/2025).
Herman Iskandar mengatakan, bahwa pihak lembaga adat telah menyusun proposal yang akan diajukan kepada Bupati Buton Utara sebagai bentuk koordinasi dan dukungan.
“Kami sudah melakukan pertemuan internal dan sepakat menyusun proposal agar diketahui oleh pimpinan daerah. Proposal ini nantinya juga akan menjadi rujukan bagi masyarakat yang peduli terhadap pelestarian cagar budaya,” jelas Herman.
Ia menjelaskan, Benteng Lipu Kulisusu memiliki tiga pintu gerbang atau gapura yang kini dalam kondisi rusak dan memerlukan perbaikan segera.
“Karena keterbatasan anggaran pemerintah, khususnya dari dinas terkait, maka kami membuka ruang kontribusi dari masyarakat yang ingin memberikan sumbangsih nyata untuk perbaikan situs sejarah ini,” ujarnya.
Menurut Herman, total anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi tiga gapura tersebut mencapai Rp30 juta, atau sekitar Rp10 juta untuk setiap gapura.
“Proposal ini akan mulai dijalankan setelah mendapatkan disposisi dari Bupati Buton Utara. Kami berharap masyarakat yang peduli bisa menyalurkan bantuannya melalui jalur resmi tersebut,” tambahnya.
Herman menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong pelestarian dan pengembangan cagar budaya di Buton Utara.
“Kami tengah fokus menyusun langkah-langkah strategis untuk pengembangan kebudayaan daerah. Apalagi pelestarian adat dan budaya merupakan bagian dari visi misi Bupati Afirudin-Rahman saat ini,” terangnya.
Ia berharap, pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih terhadap pelestarian cagar budaya, mengingat pentingnya nilai sejarah dan identitas daerah yang melekat pada situs-situs tersebut.
“Cagar budaya bukan hanya soal marwah daerah, tetapi harus menjadi aset bernilai yang dijaga bersama,” tutupnya.
Lembaga Adat Barata Kulisusu juga mengimbau masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sejarah dan adat istiadat daerah untuk ikut berkontribusi dalam upaya pelestarian, baik melalui pemyaluran dana maupun dukungan moril lainnya.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook