BUTON SELATAN – SIBERSULTRA.com

Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Selatan (Busel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Harwanto, meluapkan kekecewaannya saat memimpin upacara bendera di halaman Kantor Bupati, pada Senin (18/5/2026).

Di hadapan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), Sekda menyoroti rendahnya kehadiran para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Bagian (Kabag) dalam agenda resmi pemerintah daerah.

Ia menilai banyak pejabat justru mangkir pada kegiatan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Kekecewaan tersebut disampaikan setelah Sekda mengungkap fakta bahwa kehadiran pejabat eselon II dan III dalam peresmian program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Lawela, akhir pekan lalu, bahkan tidak mencapai setengah dari total undangan yang telah disebarkan secara resmi.

Upacara bendera yang semula berlangsung rutin mendadak berubah menjadi momentum evaluasi bagi jajaran pemerintahan. Dalam amanatnya, Sekda membongkar “rapor kehadiran” para pimpinan instansi pada agenda lapangan tersebut.

Dari puluhan Kepala OPD dan Kabag yang diundang, hanya sebagian kecil yang hadir langsung di lokasi peresmian koperasi di Desa Lawela.

Padahal kegiatan itu merupakan bagian dari program strategis nasional yang terhubung secara virtual dengan ribuan titik peresmian koperasi di seluruh Indonesia, dan diresmikan langsung oleh Prabowo Subianto.

”MTQ

Menurut Sekda, pemanfaatan sistem virtual dalam peresmian tersebut justru menunjukkan efisiensi koordinasi nasional, di mana ribuan koperasi dapat terkoneksi secara serentak dalam satu komando gerakan ekonomi rakyat.

Karena itu, ia menilai ketidakhadiran para pejabat daerah tidak memiliki alasan yang kuat untuk dibenarkan.

Ia menegaskan bahwa menyukseskan program ekonomi masyarakat merupakan kewajiban mutlak bagi seluruh unsur pemerintahan, bukan pilihan yang dapat diabaikan.

Dalam pernyataannya, Sekda menilai absennya para pimpinan OPD dan Kabag menjadi preseden buruk bagi jalannya roda pemerintahan di daerah.

“Sangat disayangkan, saat instansi kita meresmikan program strategis seperti Koperasi Merah Putih di Desa Lawela, yang hadir tidak cukup setengahnya, bahkan hanya sekitar sepertiga saja. Dan ini sudah berulang-ulang terjadi. Kepala OPD dan Kabag seharusnya menjadi contoh, bukan malah seakan-akan kompak absen pada acara yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tegas La Ode Harwanto dengan nada kecewa.

Laporan: Salmudin. H.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook