BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Buton Utara (Butur) pada 2 Juli 2026 diminta tidak hanya menjadi ajang perayaan seremonial.

Momentum tersebut dinilai harus dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi terhadap arah pembangunan daerah selama hampir dua dekade terakhir.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PB-BAKOPMIST yang juga Mahasiswa Magister Hukum Universitas Hasanuddin, Muh. Sandy Ade Mahendra, S.H, Kepada media ini, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, HUT Buton Utara seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus membenahi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

“Selama 19 tahun berdiri, tentu ada banyak capaian yang patut diapresiasi. Tapi keberhasilan sebuah daerah tidak cukup diukur dari ramainya perayaan atau banyaknya kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah sejauh mana masyarakat merasakan manfaat dari pembangunan itu sendiri,” kata Sandy

Ia menilai, indikator keberhasilan pembangunan seharusnya terlihat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, membaiknya kualitas pendidikan, serta pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa.

Menurut Sandy, sebagai generasi muda, rasa cinta terhadap daerah bukan hanya diwujudkan melalui ucapan selamat pada hari jadi kabupaten.

”MTQ

Lebih dari itu, kecintaan terhadap daerah juga diwujudkan dengan keberanian memberikan kritik dan masukan yang membangun demi kemajuan Buton Utara.

Ia mengungkapkan, hingga memasuki usia ke-19 tahun, Buton Utara masih menghadapi sejumlah tantangan.

Potensi besar di sektor kelautan, pertanian, pariwisata, budaya, dan sumber daya alam dinilai belum sepenuhnya mampu diolah menjadi kekuatan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, kata dia, terbatasnya lapangan pekerjaan masih menjadi persoalan yang menyebabkan banyak generasi muda memilih merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik di luar daerah.

“Kalau Buton Utara ingin bersaing di era digital, maka generasi muda harus menjadi prioritas. Pemuda jangan hanya dilibatkan saat kegiatan seremonial, tetapi harus diberi ruang untuk ikut menyusun kebijakan, mengembangkan ekonomi kreatif, menjaga budaya daerah, hingga mengawal jalannya pemerintahan,” tegasnya.

Sandy juga berharap pemerintah daerah lebih fokus menjalankan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Transparansi dan akuntabilitas pemerintahan perlu diperkuat, pemerataan infrastruktur harus dipercepat, serta iklim investasi perlu dibangun agar mampu membuka lebih banyak lapangan kerja bagi putra-putri daerah.

Ia menegaskan, HUT ke-19 Buton Utara harus menjadi titik balik untuk memperbaiki arah pembangunan. Menurutnya, keberhasilan daerah tidak lagi semestinya diukur dari megahnya proyek fisik maupun meriahnya perayaan.

Akan tetapi dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat, turunnya angka pengangguran, tumbuhnya ekonomi lokal, dan lahirnya generasi muda yang mampu berkarya di daerahnya sendiri.

“Dirgahayu Buton Utara ke-19. Semoga daerah ini semakin maju, terbuka terhadap kritik, dan mampu menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” tutupnya.

Laporan: Redaksi.