BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Buton Utara (Butur) ke-19 tahun ini tak hanya diramaikan hiburan dan kemeriahan pesta rakyat.

Akan tetapi menghadirkan nuansa sejarah dan rasa cinta terhadap daerah melalui penampilan vokal grup perwakilan dari panatia dengan membawakan dua lagu penuh makna, yang berlangsung di Lapangan Raja Jin, Kamis (2/7/2026).

Dalam agenda pesta rakyat tersebut, vokal grup perwakilan panitia ini membawakan lagu “19 Tahun Buton Utara” sebagai simbol perjalanan daerah yang terus tumbuh dan berkembang sejak pemekaran.

Sementara lagu kedua, “Wanguho Kampo”, menjadi penampilan yang paling menyentuh karena membawa kembali ingatan masyarakat pada masa perjuangan lahirnya Kabupaten Buton Utara.

Diketahui, lagu Wangguho Kampo merupakan karya Luxti Arbobi bersama La Ode Ashar, S.IP., yang diciptakan pada masa perjuangan pemekaran Buton Utara.

Ketua Panitia Pesta Rakyat HUT Butur, La Ode Halim, mengatakan pemilihan dua lagu tersebut bukan sekedar hiburan, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap perjalanan daerah.

Menurutnya, usia 19 tahun bukan hanya angka, tetapi momentum untuk melihat kembali perjuangan panjang yang telah dilalui hingga Buton Utara bisa berdiri dan berkembang seperti saat ini.

”MTQ

“Makanya kami pilih menampilkan vokal grup dengan lagu yang punya makna. Lagu 19 Tahun Buton Utara menggambarkan perjalanan dan semangat membangun daerah. Sedangkan Wanguho Kampo itu punya nilai sejarah yang sangat kuat karena lahir di masa perjuangan pemekaran,” ujar La Ode Halim.

Ia menambahkan, generasi muda saat ini perlu terus dikenalkan pada sejarah daerah agar tidak hanya menikmati hasil pembangunan, tetapi juga memahami bagaimana perjuangan para pendahulu.

“Kami ingin anak-anak muda tahu kalau Buton Utara ini lahir bukan tiba-tiba. Ada perjuangan, ada pengorbanan, ada semangat masyarakat waktu itu. Lagu ini menjadi cara sederhana tapi bermakna untuk mengingat kembali sejarah tersebut,” katanya.

La Ode Halim juga menyebut pesta rakyat tahun ini dirancang bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi menjadi ruang kebersamaan seluruh masyarakat Buton Utara.

Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup besar sejak persiapan dilakukan. Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan bisa menjadi momen mempererat persatuan dan menumbuhkan optimisme untuk masa depan daerah.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan yang juga Camat Kulisusu, Sukman Tarima, ST., berharap momentum HUT ke-19 ini menjadi semangat baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan ikut berkontribusi membangun Buton Utara.

“Semoga semangat yang lahir dari peringatan hari jadi ini tidak berhenti di acara seremonial saja, tapi terus hidup dalam kerja nyata dan rasa memiliki terhadap daerah,” tutupnya.

Laporan: Redaksi.