BUTON UTARA – Sibersultra.com

Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang penelitian, tim dosen Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mengembangkan inovasi pangan lokal berbahan dasar beras merah Wakawondu di Ereke, Kabupaten Buton Utara (Butur).

Penelitian tersebut mengusung judul “Pemanfaatan Beras Merah Siap Saji Rendah Gula Berbasis Transformasi Digital dalam Penguatan UMKM sebagai Alternatif Pangan Sehat Fungsional Lokal.”

Program penelitian ini memperoleh pendanaan melalui hibah kompetitif dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi hasil riset perguruan tinggi, khususnya dalam memperkuat inovasi pangan lokal sekaligus meningkatkan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Penelitian ini dipimpin Nindy Ade Marsalena, S.E., M.M., dosen Program Studi Perdagangan Internasional Unsultra, selaku ketua tim. Ia didampingi Muhamad Farih, S.M., M.M., dari Program Studi Manajemen, Waode Nursaadha Rajuddin, S.M., M.E., dosen kewirausahaan, serta mahasiswa.

Nindy Ade Marsalena mengatakan, kolaborasi lintas disiplin tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah beras merah lokal menjadi produk pangan fungsional yang praktis, memiliki nilai ekonomi tinggi, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.

“Beras merah Wakawondu dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk pangan lokal unggulan,” ungkapnya kepada media ini, Sabtu (15/8/2026).

”MTQ

Menurut Nindy, melalui inovasi yang dilakukan tim peneliti, beras merah tersebut diolah menjadi produk siap saji yang praktis, bernilai tambah, dan dapat menjadi alternatif pangan sehat bagi masyarakat.

“Selain berfokus pada inovasi produk, penelitian ini juga mengintegrasikan transformasi digital sebagai strategi utama dalam penguatan UMKM,” katanya.

Ia menjelaskan, para pelaku usaha akan mendapatkan pendampingan dalam pemasaran digital, optimalisasi media sosial, pembuatan konten promosi.

“Serta pemanfaatan platform perdagangan elektronik atau e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar hingga tingkat regional dan nasional,” tambahnya.

Lanjutnya, Pelaksanaan program tersebut juga mendapat respons positif dari pelaku UMKM dan masyarakat setempat.

“Mereka mendapatkan pengetahuan baru mengenai standar pengolahan pangan, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Nindy berharap program penelitian tersebut dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Buton Utara.

“Melalui penelitian ini, tim dosen Unsultra berharap dapat membangun sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, masyarakat, dan sektor UMKM,” terangnya.

Selain itu, inovasi beras merah Wakawondu siap saji berbasis digital diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan UMKM berbasis teknologi.

“Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan UMKM berbasis teknologi,” tutupnya.

Laporan: Man Ode