SIBERSULTRA.COM, Buranga – Sebelumnya, bahwa ketua DPC PDIP Kabupaten Buton Utara (Butur) Afif menghadapi perhelatan Pilkada, pernah menyatakan sikap untuk maju pada Pilkada 27 November 2024 mendatang sebagai bakal calon Bupati Butur.

Namun disisi lain disinyalir sibuk mengatur penjemputan Afirudin, Konon akan bertarung di Pilkada 2024 melalui Partai PDIP, sedangkan dia bukan kader PDIP sehingga publik bertanya – tanya tentang loyalitas dan Disiplin Partai PDIP.

Karena yang dipahami masyarakat luas selama ini bahwa partai wong cilik ini setiap perhelatan Pilkada selalu mengutamakan Kadernya dan ini agak kontroversial sehingga menjadi perbincangan Publik.

Saat dihubungi media ini, Wakil Bupati Butur Ahali yang merupakan kader partai PDIP yang telah siap maju dalam Pilkada 2024, ditandai dengan terpasangnya beberapa Baleho dan statemen di beberapa media jauh sebelum masuk pada tahapan Pilkada saat ini, namun beliau nanti pagi Minggu 31 Maret 2024 baru membalasnya.

Sala satu pertanyaan awak Media ini mengenai sikap ketua PDIP Kabupaten Butur yang diduga tidak mendukung Wakil Bupati Butur dalam Pilkada kedepan, malah disinyalir mendorong diluar Kader.

Dewan pertimbangan Daerah partai PDIP Provinsi Sultra ini menyatakan bahwa belum lakukan monitor terkait arah dukungan Ketua DPC PDIP Butur.

“Maaf bro sy belum monitor hal itu karena sejak hari kamis tgl 29 Maret 2024 saya melaksanakan safari ramadhan di Kecamatan Bonegunu dan Kecamatan Kambowa, dari mesjid ke Mesjid sambil silaturahmi, mungkin baiknya ditanyakan kepada Beliau pa Ketua karena dia yang lebih tau, maaf ya jaringan kurang bagus,” Kata Ahali.

Mantan Kasat Reskrim Polres Wakatobi ini menambahkan, bahwa bicara dukung mendukung dalam Pilkada kedepan harus berbicara soal kriteria calon Kepala Daerah.

”MTQ

Menurutnnya, diutamakan Kader karena Kader PDIP Kabupaten Butur sudah teruji. Selain dirinya ada beberapa yang sangat mumpuni baik itu kader laki – laki maupun kader Srikandi.

“Kalau kita selalu menerima impor dari luar berarti kapan kader akan tampil, saya kira tinggal di koordinasikan dan komunikasikan dengan baik ya, makasih ya, ini baru tahap awal sehingga sosok yang akan dipilih tergantung DPP di Pusat,” terang Ahali.

Ahali menjelaskan, pasti akan menunggu kerja partai, ada Bapilu yang menggodok cakada dan wakada dan juga harus membangun sama antar partai, tentu saja dari pimpinan PDIP pasti sudah menyiapkan semua kriteria yang dimaksud.

“Ada mekanisme Partai, bagi saya sebagai Kader partai harus tegak lurus menunggu instruksi, apa yang mau kerjakan. Dan simbol partai PDIP harus turun sentu masyarakat wong cilik,” tutup Ahali Wabup Butur akronim Pasangan RIDA ini.

Laporan: Redaksi

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook