SIBERSULTRA.com, BURANGA – Tim Gabungan operasi SAR terus melakukan pencarian terhadap seorang Warga Desa Wowonga Jaya, Kecamatan Kulisusu Utara (Kulut), Kabupaten Buton Utara (Butur), yang hilang misterius di Kebun yang ada di Desa Lanosangia, Abdul Rasyid (16), Kamis (11/6/24).

Pencarian kali ini melibatkan, Pos SAR Baubau, BPBD Buton Utara, Polsek Kulisusu Utara, Babinsa Lanosangia, Pemerintah Desa Lanosangia, Masyarakat sekitar dan Keluarga Korban.

Pencarian tersebut merupakan hari ketiga, dimana sebelumnya pada hari Selasa dan Kamis yaitu tanggal 11 dan 12 Juni 2024 pencarian terhadap Warga yang hilang itu sudah dilakukan.

Dihari ketiga ini, Hingga pukul 17.00 Wita, Pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan dengan hasil Nihil. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi.

“Pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pada pukul 07.00 Wita,” ucap kata Kepala KPP Kendari, Amiruddin melalui press rilisnya yang diterima media ini, Kamis (13/6/24).

Sebelumnya diberitakan, Salah seorang Warga Desa Wowonga Jaya, Kecamatan Kulisusu Utara (Kulut), Kabupaten Buton Utara (Butur), atas nama Abdul Rasyid (16) dikabarkan menghilang di Kebun Desa Lanosangia, Kulut, pada, Selasa (11/6/24)

Hal itu diketahui dari informasi Sekretaris Desa Lanosangia, Nurdin saat melaporkan peristiwa itu ke Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari sekira pukul 07.10 Wita.

“Telah terjadi kondisi membahayakan manusia terhadap seorang pemuda hilang di kebun Desa Lanosangia Kecamatan Kulisusu Utara,” kata Kepala KPP Kendari, Amiruddin melalui press rilisnya yang diterima media ini, Selasa (11/6/24).

”MTQ

Amiruddin mengatakan, Berdasarkan informasi tersebut, pada pukul 07.25 Wita Tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan menuju LKP untuk memberikan bantuan SAR.

“Jarak tempuh LKP dari Pos SAR Baubau sekitar 289 KM,” ungkapnya.

Pada Pukul 17.00 Wita Tim Rescue Pos SAR Baubau tiba di Desa Lanosangia dan langsung berkoordinasi dengan Potensi SAR dan Pihak keluarga korban.

Dimana Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian telah kembali dari Pencarian, mengingat kondisi sudah mulai gelap.

“Pada pukul 17.30 Wita Tim SAR Gabungan menghentikan operasi sar dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pada pukul 07.00 Wita,” jelasnya.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin mengungkapkan, Adapun kronologisnya, Pada tanggal 7 Juni 2024 kejadian berawal ketika kakek korban sedang mengangkut kopra hasil dari kebun, baru sekali kakek korban mengangkut kopra, kakek korban pulang kerumah untuk sarapan sekaligus mengajak istri dan korban untuk kembali ke kebun bersama-sama.

Namun pada saat kakek korban sedang sarapan, korban memutuskan untuk berangkat duluan menuju kebun, setelah sarapan kakek korban pun menyusul menuju kebun.

Diperjalanannya, kakek korban bertemu dengan salah seorang penduduk setempat yang juga melakukan aktifitas berkebun dan menanyakan apakah melihat korban untuk memastikan korban memang menuju kebun. Dan dijawab korban terlihat melintas menuju kebun.

“Namun pada saat kakek korban tiba, korban tidak berada di kebun tersebut,” terang Amiruddin.

Selanjutnya, Kakek korban berusaha mencari di beberapa kebun tetangga hingga malam hari dengan hasil nihil, kemudian kakek korban melaporkan perihal tersebut kepada orang tua korban dan pihak keluarga.

“Pencarian terus dilakukan hingga informasi ini diterima dengan hasil nihil,” ujarnya.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook