Kasus Pelecehan Terjadi di Kelurahan Lemo, Korban Minta Polisi Bertindak Cepat
BUTON UTARA – Sibersultra.com
Kasus dugaan pelecehan seksual kembali terjadi di Kelurahan Lemo, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), dan mengundang keprihatinan warga.
Seorang pria berinisial JA dilaporkan melakukan pelecehan terhadap dua perempuan saat mereka sedang tertidur di dalam rumah, Senin (30/6/2025) dini hari.
Salah satu korban, NU (24), mengungkapkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 04.30 Wita. Saat itu, ia sedang tidur bersama sepupunya, WE (18), dan adiknya di dalam kamar.
Menurut NU, sepupunya menjadi korban pertama. WE sempat terbangun karena merasa diraba, namun tidak berani berteriak karena takut.
Selang beberapa saat, NU juga terbangun setelah merasa seseorang meraba bagian tubuhnya.
“Saya pikir awalnya itu kakak laki-laki saya yang sedang mengambil makanan di samping saya, karena saya sedang sakit dan memang ada makanan di situ,” ujar NU kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, Minggu (6/7/2025).
Kecurigaan NU muncul ketika ia melihat sosok pria menutup wajahnya dengan kain sambil berjalan keluar kamar menuju ruang tamu.
Ia pun mengikuti dari belakang dan memperhatikan postur tubuh pria tersebut yang tampak sangat familiar.
“Saya langsung panggil namanya, dan dia lari kabur lewat jendela ruang tamu,” ucap NU.
Setelah kejadian itu, NU membangunkan kakaknya dan menceritakan apa yang terjadi.
NU mengaku sangat mengenal pelaku, karena yang bersangkutan dikenal warga sebagai sosok yang sering mengintip rumah-rumah warga, terutama kamar perempuan.
Bahkan, keponakan NU pernah dua kali menjadi korban pengintaian oleh pria tersebut.
“Sudah sering dia lakukan hal ini, tapi selalu lolos dari kejaran warga, keponakan saya pernah dua kali di intip waktu tahun lalu” tegas NU.
Yang mengejutkan, usai kejadian, terduga pelaku malah menghubungi kakak NU untuk membantah tuduhan.
JA bahkan meminta nomor NU dan menelepon langsung korban, mengaku tidak keluar rumah malam itu karena sedang ‘menyimpan’.
Namun, pernyataan itu dibantah oleh kakak NU. Menurutnya, JA terlihat mengenakan pakaian biru sejak pukul 23.00 Wita.
Dan saat bermain kartu, sudah jauh malam JA datang ditempat tongkrongan dan bermain game. Sekitar pukul 01.30 Wita, JA pamit pulang, namun tak lama kemudian kembali datang membawa secangkir kopi.
“Setelah itu kami bubar dari tempat tongkrongan, lalu sekitar subuh kejadian itu terjadi,” terang kakak korban.
NU menegaskan bahwa dirinya sangat mengenali pelaku dari postur tubuh dan pakaian yang dikenakan saat kejadian, yakni jersey olahraga berwarna biru.
Ia menyebutkan bahwa pelaku adalah orang yang nyaris setiap hari ia temui, sehingga tidak mungkin salah mengenali.
Atas peristiwa ini, NU resmi melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Buton Utara pada Senin pagi, sekitar pukul 10.30 Wita.
NU berharap aparat kepolisian segera bertindak tegas sebelum muncul korban berikutnya.
Sementara itu, ayah NU turut bersuara atas kejadian yang menimpa anaknya. Ia mengaku sangat kecewa dan tidak terima dengan perlakuan pelaku.
“Kami tidak terima. Harus ada tindakan hukum. Tangkap pelaku dan proses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook