Komplotan Pencuri Gasak Bagian-bagian Mobil Avanza, Diduga Dilakukan Secara Terencana
BUTON UTARA – SiberSultra.com
Aksi pencurian bagian-bagian mobil kembali terjadi di Kabupaten Buton Utara (Butur). Kali ini, komplotan pencuri yang diduga berjumlah lima orang menggasak berbagai sparepart mobil avanza berwarna merah maron milik salah satu warga kelurahan wandaka, kecamatan kulisusu, Inisial ZN.
Kejadian tersebut terjadi, pada Sabtu malam (9/8/2025) sekitar pukul 23:00 disekitaran Masjid At-Taufiq.
Menurut keterangan anak dari korban inisial V mengungkapkan, bahwa pelaku pencurian menggunakan 2 unit mobil berbeda.
“Antara lain 1 unit mobil avanza berwarna hitam dengan ciri knalpot borong, kemudian 1 unit diduga mobil dengan jenis Rush/Terios type lama berwarna abu metalik atau silver,” ungkapnya, kepada Sibersultra.com, Minggu (10/8/2025).
Saat kejadian, peliharaan milik keluarga menggonggong keras, sehingga ZN keluar untuk memeriksa.
Namun pada saat melihat garasi, ZN justru melihat orang mencurigakan keluar dari garasi mobil dengan berlari.
“Pas keluar, Orang tua saya melihat orang dari arah garasi lari keluar menuju mobil yang terparkir dijalan tidak jauh dari rumah saya,” ungkapnya.
V mengaku, ZN sempat mengejar pelaku hingga ke arah Desa Eelahaji (Laeya dekat) menuju Kecamatan Kulisusu Barat. Namun, kondisi hujan lebat dan jalan licin membuat pengejaran terhenti.
“Posisinya hujan deras saat itu, terjadilah kejar-kejaran sama mobil pelaku, pelaku lari kearah laeya menuju Kulisusu barat karna pas di kabatengka mobil lurus masuk desa. ZN Sempat berhenti hampir celaka karena hujan deras jalanan licin,” ujarnya.
Sparepart yang hilang meliputi dua pintu mobil sebelah kiri dan tengah, bumper depan, lampu depan lampu sein, dinamo,Radiator, Kipas, dan Grille. V menduga aksi ini dilakukan secara terencana.
“Pelaku bahkan melepas pelat nomor mobilnya supaya tidak teridentifikasi,” tambahnya.
Atas kejadia itu, VK sudah melaporkan kepada pihak kepolisian, namun Ia merasa kecewa dengan lambannya respons kepolisian.
Laporan yang dibuatnya di Polres, Kata dia diproses berjam-jam kemudian.
“Saya sudah melapor di Polisi tapi lambat sekali pergerakannya mereka, malah disuruh datang pagi ujung-ujungnya lambat sekali mereka proses, bayangkan jam 8 datang jam 3 sore lagi pulang,” keluhnya
Ia juga mengungkapkan, upaya menghubungi Polsek Kulisusu Barat agar melakukan pencegatan tidak membuahkan hasil karena nomor telepon tidak aktif.
“Dihubungi Polsek Kulbar supaya di cegat kalau itu 2 mobil lewat pada saat beberapa menit setelah kejadian malah nda ada aktif, kaya mo gila liat orang tuaku biar makan nda bisa akibat pikirkan” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan komplotan pencuri tersebut.
Laporan: Arjun.





Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook