BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com

Praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite diduga terjadi di SPBU Laangke, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur).

Tiga karyawan SPBU, masing-masing berinisial AN, IV, dan AT, disebut diduga terlibat penuh dalam aktivitas ilegal tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tangki Pertamina dengan kapasitas 5.000 liter setiap kali pengiriman hanya mengalokasikan sekitar 3.000 liter untuk antrean warga.

Sementara itu, sisanya 2.000 liter diduga dialihkan melalui jalur belakang oleh oknum karyawan SPBU.

Modus yang dijalankan yakni dengan membongkar 100 jerigen berkapasitas 20 liter pada malam hari di pintu belakang SPBU.

Setiap jerigen dijual dengan harga Rp235.000. Dari transaksi ini, para pelaku meraup keuntungan sekitar Rp35.000 per jerigen.

Praktik tersebut dilaporkan terjadi secara rutin tiga kali dalam seminggu setiap kali mobil tangki Pertamina melakukan pembongkaran di SPBU Laangke.

”MTQ

Jika dikalkulasikan, dari 100 jerigen (2.000 liter) per bongkaran, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp3,5 juta sekali jalan.

Dengan frekuensi tiga kali seminggu, potensi keuntungan ilegal bisa menembus lebih dari Rp10 juta per pekan.

Aktivitas penyelewengan ini jelas merugikan masyarakat yang seharusnya mendapat hak penuh atas BBM bersubsidi, sekaligus merusak sistem distribusi Pertamina yang ditujukan untuk kebutuhan rakyat.

Dengan adanya dugaan praktik ilegal tersebut, aparat penegak hukum bersama pemerintah daerah diminta segera turun tangan melakukan penyelidikan.

Para pelaku harus diberikan sanksi tegas agar dapat menimbulkan efek jera serta memastikan distribusi BBM subsidi kembali tepat sasaran.

Salah seorang Warga setempat, membenarkan adanya aktifitas penyelewengan yang diduga dilakukan oleh karyawan SPBU Laangke.

“Ia betul itu, sering mereka lakukan pembongkaran di malam hari. Biasanya di jam 10 malam,” ungkap warga.

Saat dikonfirmasi, salah seorang karyawan SPBU Laangke berinisial AN enggan memberikan tanggapan terkait dugaan penyelewengan BBM subsidi.

Melalui sambungan telepon selulernya, AN hanya menyarankan agar pihak media SiberSultra.com menemui langsung manajer SPBU Laangke bernama Odit.

“Kalau terkait itu, pak, saya tidak bisa memberikan keterangan. Sebaiknya bapak langsung ketemu manajer kami di SPBU, pak, bernama Odit” ungkap AN singkat.

Hingga berita ini dilayangkan, media ini belum bisa menghubungi pihak manager SPBU Langke untuk meminta tanggapan manager.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook