Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di APMS Batauga, Aktivis Desak Pertamina dan APH Bertindak
BUTON SELATAN – SIBERSULTRA.com
Praktik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diduga disalahgunakan oleh oknum tengkulak bersama pihak APMS kembali mencuat di APMS Lingkungan Kolowu, Kelurahan Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.
Sejumlah konsumen mengaku kecewa karena harus antre lebih dari 20 menit. Ironisnya, yang diprioritaskan justru kendaraan bermesin besar seperti motor tangki Tander, Bison, hingga mobil pick up yang terlihat keluar-masuk untuk mengisi Pertalite bersubsidi.
“Kami tidak minta dilayani istimewa, cukup adil sesuai prosedur. Tapi nyatanya kami seperti dipinggirkan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Jika praktik ini dibiarkan, bukan hanya mencederai rasa keadilan masyarakat, tetapi juga berpotensi menyebabkan kelangkaan BBM bersubsidi di wilayah yang membutuhkan.
Padahal, konsumen berhak mendapat pelayanan prima sesuai prinsip 3S (Senyum, Sapa, Salam) serta layanan yang adil dan profesional.
Sementara itu, Ketua KPK Kepton, Sambar, menegaskan pihaknya bersama aktivis lain akan segera mendesak Pertamina dan aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan.
“Dalam waktu dekat kami akan mendesak Pertamina dan APH menindaklanjuti persoalan ini. Selain sanksi administratif, tindakan hukum bisa diberlakukan jika terbukti ada pelanggaran pidana,” ujarnya, Minggu (28/9/2025).
Ia juga meminta Pemerintah Daerah (Pemda) tidak tinggal diam. Menurutnya, pengawasan harus diperketat karena praktik ilegal semacam ini rawan terjadi di banyak daerah.
Sementara itu, aktivis lain mengungkapkan pihaknya telah mengantongi rekaman video bukti praktik ilegal di APMS Batauga.
Dalam rekaman tersebut, para penimbun tampak berulang kali mengisi BBM bersubsidi lalu keluar lewat jalur belakang sebelum kembali masuk untuk mengisi lagi.
“Intinya video itu sudah ada di kami. Dalam waktu dekat kami akan mendesak Pertamina turun tangan. Kalau tidak diberi sanksi, pelanggaran seperti ini akan terus terjadi. Jangan tutup mata dan telinga,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak APMS Batauga dan Pertamina wilayah Sultra belum dapat dimintai tanggapan terkait dugaan praktik tersebut.
Redaksi sudah lakukan upaya kepihak AMPS Batauga melalui Whatsapp, Namun hanya centang dua tanpa memberikan tanggapanya.
Redaksi SiberSultra.com akan terus berupaya melakukan konfirmasi untuk menghadirkan pemberitaan yang utuh dan berimbang.
Laporan: Salmudin H.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook