Efisiensi Jangan Dijadikan Tameng, Arzal Desak Kepala OPD Lebih Kreatif Cari Anggaran
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah daerah dinilai tidak boleh dijadikan alasan bagi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Buton Utara (Butur), untuk menurunkan kinerja maupun menghentikan program pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu ditegaskan Ketua Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan Sultra Cabang Buton Utara, Arzal, dalam konferensi persnya, Minggu (10/5/2026).
Ia menyoroti sikap sejumlah kepala OPD yang dinilai terlalu pasif menghadapi kondisi keterbatasan anggaran daerah.
Menurutnya, seorang Kepala Dinas (Kadis) tidak seharusnya hanya menunggu anggaran tersedia untuk bekerja.
Jabatan yang diemban merupakan amanah besar untuk berpikir, bergerak, serta membantu Bupati mencari solusi di tengah tekanan fiskal daerah.
“Jangan jadikan efisiensi sebagai alasan untuk tidak bekerja. Kepala OPD harus kreatif mendatangkan anggaran dan menciptakan peluang bagi daerah. Jabatan itu bukan sekadar duduk nyaman di belakang meja,” tegas Arzal.
Ia menilai, masih ada pola pikir keliru di kalangan birokrasi yang menganggap pemangkasan anggaran identik dengan berkurangnya tanggung jawab kerja.
Akibatnya, sejumlah program berjalan lambat bahkan ada yang terhenti dengan alasan keterbatasan dana.
Padahal, kata dia, kondisi sulit justru menjadi ukuran nyata kapasitas seorang pemimpin OPD.
“Di saat anggaran besar mungkin semua bisa bekerja. Tapi yang diuji itu ketika daerah sedang susah. Apakah Kadis hanya bisa bergerak kalau uang banyak, atau tetap mampu menghadirkan solusi meski dana terbatas,” ujar Arzal yang juga salah satu Kader Gerindra Butur ini.
Arzal juga mengingatkan bahwa beban pemerintahan saat ini tidak ringan. Selain menjaga stabilitas keuangan daerah agar tetap aman.
Pemerintah juga dituntut memenuhi kebutuhan masyarakat, menjaga pelayanan publik, serta menjalankan program pembangunan.
Karena itu, ia menilai Bupati Buton Utara membutuhkan kepala OPD yang tidak hanya pandai mengurus administrasi, tetapi juga mampu membangun komunikasi, mencari peluang bantuan anggaran, serta menjalin koordinasi aktif dengan pemerintah provinsi maupun pusat.
“Bupati tidak bisa bekerja sendiri. Kepala OPD harus menjadi mitra yang tangguh dan kreatif. Harus ada keberanian mencari jalan keluar, bukan hanya diam lalu berkata tidak ada dana,” katanya.
Lebih lanjut, Arzal menegaskan bahwa kreativitas pejabat daerah bukan sekedar melahirkan ide di atas kertas.
Melainkan menghadirkan langkah konkret agar program pemerintah tetap berjalan di tengah keterbatasan.
Ia bahkan menyindir sikap sebagian OPD yang dinilai terlalu cepat menyerah dengan keadaan tanpa melakukan terobosan apa pun untuk daerah.
“Efisiensi itu langkah bijak untuk menyelamatkan keuangan daerah, bukan penghalang pembangunan. Kadis yang hebat adalah yang mampu berkata kepada Bupati, ‘Dana memang terbatas, tapi kami punya cara agar program tetap jalan, kualitas tetap terjaga, dan rakyat tetap terlayani’,” tandasnya.
Pernyataan tersebut kini menjadi sorotan publik di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat agar pemerintah daerah lebih inovatif dalam menghadapi tekanan anggaran dan tetap menjaga pelayanan publik berjalan maksimal.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook