KENDARI – SIBERSULTRA.com

Unit Donor Darah (UDD) PMI Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menggenjot ketersediaan stok darah untuk memenuhi tingginya permintaan di Bank Darah PMI Sultra.

Untuk itu, UDD PMI Sultra aktif turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menggelar kegiatan donor darah secara rutin.

UDD PMI Sultra mengadakan kegiatan donor darah di dua lokasi sekaligus. Kegiatan pertama berlangsung di Polda Sultra, sementara kegiatan kedua digelar di Konawe Utara, bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Konut dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Administrasi UDD PMI Sultra, Veny Silvana Rahman, kepada media ini melalui keterangan resminya, Kamis (23/10/2025).

Kata dia, Dari dua kegiatan tersebut, UDD PMI Sultra menargetkan sedikitnya 250 pendonor.

‘Sebelum mendonorkan darahnya, setiap calon pendonor akan menjalani pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin terlebih dahulu,” katanya.

Veny, mengatakan bahwa kegiatan donor darah memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan pendonor maupun bagi masyarakat yang membutuhkan.

”MTQ

“Donor darah sangat penting, selain untuk kesehatan diri kita sendiri, juga untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan darah,” ujar Veny, alumni Universitas Hasanuddin yang telah lama berkarier di PMI.

Sebagai bentuk apresiasi, UDD PMI Sultra selalu mengemas kegiatan donor darah dengan cara yang menarik.

Data setiap pendonor dicatat secara resmi di buku administrasi, dan bagi yang telah mencapai target jumlah donor tertentu akan diberikan piagam penghargaan, bahkan ada yang mendapat penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia.

Selain itu, PMI juga menyiapkan goody bag berisi makanan tambahan bagi pendonor agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi setelah melakukan donor darah.

Tak jarang, UDD PMI Sultra juga menghadirkan program kejutan menarik untuk menambah semangat partisipasi masyarakat.

Veny mengimbau agar masyarakat yang ingin menjadi pendonor memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat, cukup istirahat, serta sudah makan dan minum sebelum melakukan donor darah.

“Menjelang akhir tahun, kebutuhan darah cukup tinggi, sementara ketersediaan darah dari donor sukarela justru menurun. Karena itu, gerakan donor darah di masyarakat perlu terus digalakkan,” tambahnya.

Ia menuturkan, kebutuhan kantong darah ideal di Sulawesi Tenggara setidaknya 2 persen dari total jumlah penduduk. Dengan populasi sekitar 2,85 juta jiwa, maka kebutuhan darah mencapai sekitar 57 ribu kantong per tahun.

Selama ini pihaknya masih bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, jika jumlah donor menurun terutama dari komunitas dan perusahaan kami tentu akan kewalahan.

“Karena itu, saat ini kami sedang merapikan database relawan donor agar bisa lebih cepat membantu pasien yang membutuhkan darah secara darurat,” jelasnya.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook